27 C
Yogyakarta
Jumat, Agustus 14, 2020

Muhammadiyah NTB Kuatkan Sistem Penanggulangan Bencana

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Dosen UMY Lakukan Pendampingan Manajemen Infaq Masjid

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Pengabdian Masyarakat merupakan implemetasi catur dharma perguruan tinggi. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah...

Uji Sertifikasi Kompetensi untuk Penyunting Naskah atau Editor

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Uji Sertifikasi Kompetensi Skema Penulisan buku non fiksi, Penyunting Naskah/Editor, Penyunting Substantif kerjasama Program Studi Magister Pendidikan IPS,...

Pengabdian Masyarakat, Dosen FEB UMY Suburkan KWT Amanah ‘Aisyiyah Bausasran

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Isthofaina Astuty bersama dengan Meika Kurnia Pudji RDA, dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas...

Peran Penting Pemasaran Ritel Perspektif Akademisi Internasional dan Praktisi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Guna menambah wawasan dan pengalaman praktis mahasiswa, International Program of Management and Business (IMaBs), prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah...

Pimpinan Madrasah Mu’allimin dan PUTM Lepas Kader Pengabdian di Sumpur Kudus

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Bertempat di Masjid Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, 14 Agustus 2020, pimpinan Madrasah Muallimin dan Pendidikan Ulama...
- Advertisement -

MATARAM. suaramuhammadiyah.com– Sebanyak 36 anggota Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dan perwakilan PWM NTB menjadi peserta pelatihan Penanggulangan Bencana dan Pengelolaan Organisasi di Kampus Universitas Muhammadiyah Mataram, Sabtu (7/5). Para peserta merupakan utusan dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Nasyiatul Aisyiyah, Aisiyah, Kepanduan Hisbul Wathan, Pemuda Muhammadiyah dan unsur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Wakil Ketua PWM NTB, H Ahsanul Khaliq M Sos MM, dalam pembukaan acara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB untuk membangun sistem penanggulangan bencana di Muhammadiyah NTB. Pada pelatihan yang juga mendasari manajemen pengelolaan relawan tersebut Khaliq berpesan mengenai niat menjadi relawan penanggulangan bencana. “Menjadi relawan penanggulangan bencana di Muhammadiyah harus dilandasi dengan niat yang benar untuk kemajuan Islam dan mengembangkan persyarikatan Muhammadiyah,” ucap Khaliq.

Khaliq berpesan bahwa keterlibatan Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana juga tidak terlepas pada pengamalan ayat Al-Qur’an surat Al-Qashah ayat 77 yang artinya  “Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.”

Sementara itu, Arifudin ST, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Benana daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Muhammadiyah menyelenggarakan pelatihan yang juga berarti memperkuat sistem penanggulangan bencana di NTB.  “NTB merupakan pasar bencana karena terdapat 11 jenis ancaman bencana,” ungkapnya.

Menurut Arifudin, Muhammadiyah NTB juga harus melibatkan Universitas Muhammadiyah Mataram dalam kegiatan penanggulangan bencana di NTB,  karena pemerintah daerah juga perlu mendapatkan dukungan pengetahuan dari kampus.

Kegiatan Pelatihan Penanggulangan Bencana dan Pengelolaan Organisasi di NTB ini merupakan bagian dari rangkaian program Preparing Excel for Emergency Response (PEER) yang diselenggarakan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), bersama PKPU dan CRS. Pada tahun ini memilih prioritas di Sumatera Selatan, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat dan Jawa Barat.

Hadir pada kesempatan ini Wakil Ketua MDMC, Rahmawati Husein PhD dan Koordinator Divisi Diklat MDMC dr Ahmad Muttaqin Alim, Sp An.  Sebagai fasilitator MDMC menugaskan 5 orang yaitu Sarniyah dan Sriyono dari Divisi Tanggap Darurat dan RR, Khoirul Anas dari Divisi Jaringan dan Kerjasama, Amin Sunarhadi dari Divisi Pengurangan Risiko dan Kesiapsiagaan dan  Zakarija Achmad dari Divisi Pendidikan dan Latihan.

Sebagai bagian dari proses monitoring evaluasi, mendampingi proses pelatihan hadir Indrayanto yang merupakan Program Manager PEER Indrayanto bersama Naibul Umam sebagai Monotoring Evaluasi Acuntability and Learning (MEAL) Officer.  (Arf)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles