23.5 C
Yogyakarta
Jumat, Agustus 14, 2020

Workshop Al-Islam dan Kemuhammadiyahan UM Riau

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Pengabdian, Dosen Manajemen UMY dan Warga Bausasran Adakan Penghijauan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sempitnya lahan tidak menyurutkan keinginan warga RW 11 Bausasran Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta untuk menghijaukan wilayahnya.

Asah Kreativitas, PMM UMM Ajari Anak-Anak Seni Kolase

BLITAR, Suara Muhammadiyah - Kelompok Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang melakukan pengabidan masyarakat dengan mengajari anak-anak membuat kolase. Kegiatan...

Dosen FEB UMY Latih Jamaah Pengajian Membuat Kain Shibori

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk kewajiban dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi. Disamping itu pengabdian masyarakat di era...

Semua Siswa Dapat, SMK Mutu Tegal Bagikan Perdana Plus Kuota untuk PJJ

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Bentuk pelayanan selama diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam masa covid 19. SMK MUTU Tegal berikan kartu perdana...

Islam, Alam, dan Tugas Manusia

Alam akan membawa manfaat dan berkah bagi manusia, manakala telah melaksanakan tugasnya terhadap alam, yakni mengembalikan alam ke jalan yang benar. Yakni...
- Advertisement -

RIAU. suaramuhammadiyah.com Bertempat di Auditorium Kampus Utama UMRI Jl KH Ahmad Dahlan Pekanbaru Riau, Lembaga Study Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menyelenggarakan Workshop Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Kegiatan workshop tersebut dibuka oleh Wakil Rektor III UMRI, Baidarus Muhammad MAg, dihadiri oleh Ketua Muhammadiyah Riau, BPH UMRI, Dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta Majelis dan Lembaga yang terkait.

Wakil Rektor UMRI  dalam sambutan dan sekaligus membuka resmi workshop menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat urgen dilakukan dalam rangka menyamakan persepsi dan pemahaman dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam memberikan pemahaman agama yang lebih baik serta sesuai dengan Al-Qur’an dan assunah kepada mahasiswa.

Harapannya, profil lulusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) atau Universitas Muhammadiyah harus berbeda dengan lulusan universitas lain baik negeri maupun swasta, perbedaan itu, kata Baidarus, terletak pada pemahaman Islam yang lebih baik sesuai ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah, UMRI ingin melahirkan sarjana yang Islami yang dapat mengabdikan ilmunya sekaligus melakukan dakwah Amar ma’ruf nahi munkar di tengah-tengah masyarakat sehingga diperlukan peranan Dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam memberikan pemahaman agama yang lebih baik kepada mahasiswa khususnya di UMRI ini.

“Saya harapkan kegiatan ini dapat memberikan pencerahan bagi para Dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di UMRI. Kegiatan workshop ini merupakan starting point bagi LSIK yang diberikan tugas dan amanah untuk melakukan pembinaan dan pengawasan khususnya dalam bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di UMRI ini,” kata Baidarus.

Kegiatan workshop ini turut menghadirkan pemakalah, Ketua PW Muhammadiyah Riau, Drs H Wan Abu Bakar MSI,  sekretaris BPH UMRI Dr H Saidul Amin, dan H. Jakiman SW MPd, Ketua LSIK UMRI. (Jon Hendri Hasan)

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles