24.4 C
Yogyakarta
Jumat, September 18, 2020

EgyptAir MS804 Hilang Kontak, Tidak ada Penumpang Indonesia

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Ihyaul Ulum Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Baru UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Kita sekarang hidup pada era dimana perusahaan taksi terbesar di dunia, tidak memiliki satupun armada taksi (uber, grab,...

Beberapa Daerah di Kalteng Banjir, Muhammadiyah Gerak Cepat Bantu Warga

KATINGAN, Suara Muhammadiyah -  Beberapa Kabupaten di Kalimantan Tengah dilanda banjir, antara lain kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan dan Lamandau. Intensitas hujan...

Menggugah Semangat Ta’awun di Kala Pandemi

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ta’awun adalah bagian dari spirit Muhammadiyah. Spirit inilah yang menjadi penguat bagi Muhammadiyah untuk terus bergerak memberikan kontribusi...

Sambangi Siswa, Guru SD Muhammadiyah Girinyono Bantu Belajar di Rumah

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Pandemi Covid-19 membuat proses pembelajaran dilaksanakan melalui daring. Tidak sedikit kendala yang dialami ketika melaksanakan daring. Mulai...

‘Aisyiyah Probolinggo Bareng Dinas Pertanian Latih Penanaman Holtikultura

PROBOLINGGO, Suara Muhammadiyah - Tidak bisa diprediksi kapan pandemi covid ’19 akan berakhir. Berdampak kepada perekonomian keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
- Advertisement -

SUARAMUHAMMADIYAH.COM– Sementara, dipastikan tidak ada warga Indonesia yang menjadi penumpang dalam pesawat EgyptAir dengan nomor penerbangan MS804 yang baru saja dikabarkan kehilangan kontak pada ketinggian 37,000 kaki di atas perairan Mediterranean sekitar pukul 2.30 pagi waktu setempat. Penyebab hilangnya kontak belum diketahui.

Dilansir dari theguardian.com EgyptAir pesawat yang berangkat dari bandara Paris Charles De Gaulle pada hari Rabu pukul 11.09 setempat menuju Kairo ini membawa sebanyak 56 penumpang dan 10 awak pesawat. Berdasarkan sumber yang sama, penumpang terdiri atas 30 warga Negara Mesir, 15 Perancis, 2 Iraq, and 1 UK, 1 Belgia, 1 Kuwait, 1 Saudi Arabia, 1 Sudan, 1 Chad, 1 Portugal, 1 Algeria and 1 Kanada.

Menurut theguardian.com, EgyptAir melaporkan bahwa perangkat darurat pesawat sempat mengirimkan sinyal mengisyaratkan bahaya yang diterima pada pukul 04.26, dua jam setelah kontak radar terakhir diterima. Hingga kini, Angkatan laut, angkatan udara Mesir, penjaga pantai beserta pihak Yunani dan Perancis sedang berupaya dalam melakukan pencarian. Kementerian Penerbangan Mesir menyatakan terlalu cepat untuk menyatakan pesawat yang hilang tersebut telah jatuh. Merekapun lantas mengumumkan bahwa pihaknya akan melakukan konferensi pers pukul 13.30 waktu setempat. (Th)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles