33 C
Yogyakarta
Rabu, Oktober 28, 2020

Belajar Kearifan dari Manusia Dahlan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

UMS Top 10 Kampus Terbaik di Indonesia Versi QS World

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah -QS World University Rangkings kembali mengumumkan daftar perguruan tinggi (universitas) terbaik di dunia tahun 2021. Menurut...

UMP Siapkan Mahasiswa Magang Berkompeten

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Dalam Upaya Pembinaan dan Pemberian Motivasi Mahasiswa Magang, UMP Selenggarakan Pendampingan dan Motivasi Seluruh Mahasiswa Magang. Agenda ini...

Segera Hadir Log-Mart: Sayap Bisnis Baru BulogMU

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Setelah memperluas 200 jaringan keagenan di wilayah Yogyakarta, dengan rata-rata setiap Kabupaten 50 Agen, kini BulogMU sebagai lini...

Lembaga Pendidikan Tinggi bukan Menara Gading

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Secara institusi, kampus adalah tempat mencari ilmu bagi mahasiswa yang kemudian diamalkan dan disebar luaskan kepada masyarakat. Lembaga...

Memantapkan Pelatih Hizbul Wathan Kulon Progo

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka mengupdate kembali rasa tangung jawab sebagai pelatih Hizbul Wathan di setiap Qobilah dari SD/MI, Mts/SMP...
- Advertisement -

YOGYAKARTA. suaramuhammadiyah.comMempelajari pemikiran Kyai Dahlan, sama dengan belajar kearifan dalam kehidupan. “Tiga karakter yang saya amati dari beliau adalah sosok yang cerdas, shaleh, dan pekerja keras,” kata Wawan Gunawan , anggota Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Jika sekilas saya lihat foto beliau, saya yakin kalau beliau ini tidak pernah tertawa terbahak-bahak. Mungkin sesekali beliau tersenyum, karena terlihat serius,” tandasnya dalam acara Diskusi Perkaderan Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPK PDM) Kabupaten Sleman, Ahad, (15/5). Acara diskusi perkaderan sendiri, bertempat di SMK Muhammadiyah Mlati, dan dihadiri oleh lintas generasi aktivis Muhammadiyah Kabupaten Sleman.

Karakter Kyai Dahlan di atas, tergambar dalam buku Pelajaran K.H.A Dahlan; 7 Falsafah & 17 Kelompok Ayat Al-Qur’an karya K.H.R Hadjid. Keseluruhan karakter tersebut, terhimpun dalam salah satu ajaran beliau, yakni pentingnya keikhlasan dalam hidup. “Untuk menggambarkan ikhlasnya Kyai Dahlan ini, beliau buktikan dengan sikapnya yang berani mengkritik dirinya sendiri sebagi ulama yang masih jauh dari kata baik”, kata Wawan.

“Tentu berbeda dengan ulama sekarang yang pede mengaku dirinya paling benar,” tambahnya. Kyai Dahlan juga tak sungkan untuk belajar pada siapapun. Seperti mempelajari Fikih empat Imam Madzhab. “Maka dari itu, beliau ini madzabnya adalah madzhab belajar,” ujar dosen UIN Sunan Kalijaga ini.

Kearifan Kyai Dahlan juga terlihat ketika menyikapi pertanyaan seorang awam tentang kebolehan shalat dengan menggunakan bahasa daerah. “Jawaban Kyai Dahlan luar biasa. Beliau memperbolehkan orang tersebut shalat dengan bahasa daerah, dengan catatan tetap mempelajari bahasa al-Qur’an,” pungkas Wawan Gunawan. (GR)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -