22.7 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 11, 2020

Tersangka OTT Panitera Jakarta Pusat Ditahan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Lazismu Medan Jaring Milenial Berdayakan UMKM

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Pembinaan UMKM menjadi demikian ditengah hawa resesi yang semakin panas. UMKM memiliki dayatahan dalam menghadapi guncangan ekonomi. Hal itu...

Uji Kompetensi 14 Skema LSP UMP Bersama BNSP

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Muhammadiyah Purwokerto tengah melakukan penambahan ruang lingkup LSP. Hal in ditandai...

Peduli UMKM di Saat Pandemi, KKN 117 UMY Kembangkan Potensi Batik Trisno Idaman

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Tim 117 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengabdian masyarakat di Batik Trisno Idaman.  Sebuah...

UMSU Dampingi Peningkatan Kualitas Ponpes Kwala Madu

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berkomitmen mendamping pengelolaan dan pengembangan pendidikan pesantren modern Kwala Madu, Langkat.

Mencegah Cyber Bullying Dimulai dari Keluarga

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perkembangan internet yang semakin cepat dan meluas memunculkan berbagai dampak, tidak hanya positif tetapi juga negatif. Salah satu...
- Advertisement -

JAKARTA, suaramuhammadiyah id. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat 1 Juli, menahan 2 tersangka hasil operasi tangkap tangan (OTT) sehari sebelumnya. Kedua tersangka, yaitu SAN (Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat) dan AY (Karyawan).

Kedua tersangka ditahan untuk 20 hari ke depan terhitung mulai hari ini (Jumat).  Tersangka SAN ditahan di Rumah Tahanan Negara Polres Jakarta Pusat. Sedangkan, tersangka AY di Rumah Tahanan Negara Polres Jakarta Timur.

Sebelumnya, menurut Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak, berdasarkan hasil pemeriksaan dan gelar perkara yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan, penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah SAN, AY dan RAW (Advokat). Tersangka RAW selaku Penasihat Hukum PT KTP dan AY diduga memberi atau menjanjikan sesuatu kepada SAN dengan maksud supaya Penyelenggara Negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya terkait dengan putusan perkara perdata antara PT MMS selaku penggugat dengan PT KTP selaku tergugat di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Tersangka RAW dan AY yang diduga sebagai pemberi disangkakan melanggar pasal 6 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sedangkan, tersangka SAN sebagai penerima disangkakan melanggar pasal 12 huruf a pasal 12 huruf b atau pasal 12 huruf c atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Kamis (30/6). Saat itu, KPK mengamankan 3 orang dari 2 lokasi terpisah. Pada pukul 18.20 WIB tim KPK mengamankan SAN bersama seorang pengendara ojek di daerah Matraman Jakarta Pusat. SAN diduga menerima sejumlah uang dari AY. Dari tangan SAN diamankan uang total SGD 28.000 dalam sebuah amplop coklat yang di dalamnya terdapat 2 amplop putih masing-masing berisi SGD 25.000 dan SGD 3.000. Setelah itu, pada pukul 18.35 WIB tim KPK yang bergerak ke daerah Menteng berhasil mengamankan AY di kantornya. Keduanya langsung dibawa ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. (le).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles