24.8 C
Yogyakarta
Senin, September 21, 2020

Mahfud MD: Menyalahkan Orang Mudik Itu Ngawur

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Berdayakan Potensi Kader, NA Solo Garap Lumbung Ketahanan Pangan

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pandemi covid-19 yang tak kunjung berakhir dan cenderung makin signifikan pertambahan jumlah pasien yang positif. Konsekuensinya adalah banyak...

LLHPB ‘Aisyiyah DIY: Perhatikan Ketahanan Tubuh dan Gizi Anak Era Pendemi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Webinar Seri 3 Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY dengan tema Edukasi...

Kenaikan Tarif Cukai 30% Hasil Tembakau Untuk Mendukung Pencapaian Target RPJMN Indonesia

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada 21 September 2020, Center of Human and Economic Development ITB Ahmad Dahlan Jakarta menyelenggarakan konferensi pers untuk...

Pernyataan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tentang Penanganan Pandemi Covid-19

PERNYATAAN PERS PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH NOMOR 20/PER/I.0/H/2020 TENTANG PENANGANAN PANDEMI COVID-19

Pernyataan Pers PP Muhammadiyah: Minta Presiden Pimpin Penanganan Covid-19, Tunda RUU Ciptaker, hingga Tinjau Kembali Pilkada

Pernyataan Pers Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 20/Per/I.0/H/2020 Tentang Penanganan Pandemi Covid-19 Sudah lebih dari enam bulan, bangsa Indonesia...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, suaramuhammadiyah.id,- Tak ada salahnya mudik. Demikian ungkap Prof Dr Mahfud MD (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi) menanggapi adanya orang yang menyalahkan pemudik yang menimbulkan kemacetan di jalanan.

Baca: Suasana Brexit Ingatkan Suasana Padang Mahsyar

“Saya tiap tahun pasti mudik. Itu tradisi Islam yang bagus. Yang menyalahkan orang mudik itu yang ngawur,” tulis Mahfud MD dalam akunnya.

Menurut Mahfud, mudik itu khas Indonesia dan Malaysia. Mudik lebaran yang ada  hanya di Indonesia dan  Malaysia. Di negara-negara Islam lain, tak ada tradisi mudik. Mereka melakukan maaf-maafan setiap saat.

Memang di negara-negara non Muslim juga ada mudik, tetapi bukan mudik lebaran. Di China ada mudik, saat tahun baru Imlek. Demikian pula di beberapa negara Barat juga ada mudik, hari-hari berkumpul dengan keluarga.

Untuk Idul Fitri, hanya kaum muslimin di Indonesia dan Malaysia saja yang melakukan mudik. Mudik adalah tradisi Islam Indonesia. Di negara-negara Arab, tradisi ini tidak ada.

Dengan tradisi-tradisi ini Islam dikembangkan di Indonesia. Islam sejak awalnya dikembangkan melalui budaya-budaya yang menyatu dengan masyarakat. Tetapi memang pengembangan budaya ini harus dilakukan secara selektif. “Dalilnya berbunyi, “al Adatu muhakkamah”. Budaya dihukumi menurut sifatnya” kata Mahfud.

Mudik

Budaya merupakan instrumental dalam pengembangan agama. Makanya ada nilai fundamentall dan ada nilai instrumental. Yang instrumental tetap berpijak pada yang fundamental. Tradisi mudik tentu tak lepas dari nilai fundamental itu(le).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles