22.6 C
Yogyakarta
Jumat, Agustus 14, 2020

Buka Rakernas Majelis Pelayanan Sosial, Haedar Nashir: Keadilan Sosial Jadi Prioritas

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Pengabdian, Dosen Manajemen UMY dan Warga Bausasran Adakan Penghijauan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sempitnya lahan tidak menyurutkan keinginan warga RW 11 Bausasran Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta untuk menghijaukan wilayahnya.

Asah Kreativitas, PMM UMM Ajari Anak-Anak Seni Kolase

BLITAR, Suara Muhammadiyah - Kelompok Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang melakukan pengabidan masyarakat dengan mengajari anak-anak membuat kolase. Kegiatan...

Dosen FEB UMY Latih Jamaah Pengajian Membuat Kain Shibori

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk kewajiban dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi. Disamping itu pengabdian masyarakat di era...

Semua Siswa Dapat, SMK Mutu Tegal Bagikan Perdana Plus Kuota untuk PJJ

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Bentuk pelayanan selama diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam masa covid 19. SMK MUTU Tegal berikan kartu perdana...

Islam, Alam, dan Tugas Manusia

Alam akan membawa manfaat dan berkah bagi manusia, manakala telah melaksanakan tugasnya terhadap alam, yakni mengembalikan alam ke jalan yang benar. Yakni...
- Advertisement -

JAKARTA.suaramuhammadiyah.id-Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan (MPS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) mulai Kamis sampai dengan Ahad (18-21/8) di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Rakernas yang pertama ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir, Kamis (18/8).

Dalam sambutannya, Haedar Nashir mengatakan bahwa revitalisasi MPS perlu untuk membuat terobosan fungsi, terutama mewujudkan keadilan sosial di Indonesia. Menurutnya, fungsi itu akan mengambil fokus ke masyarakat kecil yang selama ini kerap termarjinalkan oleh sistem politik dan sistem ekonomi. “Keadilan sosial harus jadi prioritas,” kata Haedar, Kamis (18/8).

MPS Muhammadiyah akan melakukan pemetaan tentang situasi kesenjangan sosial, terutama dalam konteks saat ini dengan aset ekonomi yang dikuasai sekelompok orang. Haedar menyatakan, pemetaan juga turut dilakukan ke masyarakat yang kerap merasakan langsung dan tidak langsung dari kue pembangunan akibat ketidakadilan.

Haedar menambahkan, pemerintah harus segera mendistribusikan hasil dari pembangunan dan membuka akses terhadap sumber ekonomi, terkait infrastrukur untuk rakyat. Ia mengingatkan, persoalan ini memang harus segera dipecahkan agar tidak menjadi sebuah masalah baru, dan guna menghapus kelompok marjinal baik di desa maupun kota secara cepat dan tepat.

Rakernas MPS kali ini dihadiri 34 perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) se-Indonesia, serta 176 peserta dari 380 Amal Usaha Muhammadiyah di bidang pelayanan sosial serta panti asuhan Aisyiyah dan Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Dengan mengusung tema “Revitalisasi Pelayanan Sosial Muhammadiyah Menuju Indonesia Berkemajuan” ini juga sekaligus menjadi ajang konsolidasi panti asuhan Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia. “Rapat kerja akan membahas isu penting tentang transformasi amal usaha Muhammadiyah di bidang sosial yang telah berkarya lebih dari 1 abad,” jelas Ketua Panitia Rakernas I, Jasra Putra.

Sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang sosial sejak awal berdirinya, MPS terus melakukan pengembangan pada program layanan utama yang telah dijalankan selama lebih dari 1 abad. Yaitu Pendampingan Keluarga, Santunan Keluarga dan Lembaga Pelayanan Sosial.

“Meski dalam perjalanannya proses layanan ini telah jauh melampaui 3 program yang dijalankan. Dengan berdirinya 318 Unit Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak, 82 Unit Rehabilitasi Penyandang Disabilitas, 54 Unit Rehabilitasi Lansia,” ucap Jasra.

Dalam perkembangannya, Muhammadiyah dalam urusan sosial telah berjalan di 4 cakupan area; pemberdayaan keluarga miskin, disabilitas, lansia,  dan anak terlantar. Untuk itu guna mengakomodir kebutuhan dan pelayanan yang berkembang di masyarakat, Muhammadiyah mengembangkan model baru pelayanan melalui Balai Kesejahteraan Sosial.

Beberapa tokoh dijadwalkan akan menjadi pembicara dalam Rakernas kali ini, di antaranya Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhajir Effendy, Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher Parasong, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat, serta perwakilan UNICEF, Save The Children, dan SOS Children Villages. (Ribas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles