24.6 C
Yogyakarta
Minggu, September 27, 2020

RS Muhammadiyah Pekanbaru akan Menjadi Pusat Pendidikan dan Kesehatan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Optimalisasi Peran Lazismu, Edukasi Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah sebagai organisasi yang bergerak di bidang sosial dan keagamaan sejak lama telah ikut andil dalam pengelolaan zakat...

Wali PAUD Muslimat NU Ikut Kerja Bakti Pembangunan PAUD ‘Aisyiyah

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menetapkan PAUD Aisyiyah Percontohan Takerharjo Solokuro sebagai juara Percontohan PAUD Tangguh. Tertanggal 9...

Kader Muhammadiyah Terbitkan Buku “Pada Masa Modern”

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Muh. Akmal Ahsan, Kader Muhammadiyah Yogyakarta kembali menerbitkan buku bertajuk Pada Masa Modern (2020). Sebelumnya, Kader...

Guru MIM Kenteng Raih Beasiswa PKK Senam Kemendikbud

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka mewujudkan Madrasah Berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik, guru MIM Kenteng ikuti seleksi...

Lokakarya Kepala SMK Muhammadiyah se-Jawa Tengah di Majenang

CILACAP, Suara Muhammadiyah – Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SMK Muhammadiyah Jawa Tengah Gelar Lokakarya pada 25 sd 26  September 2020. Bertempat...
- Advertisement -

PEKANBARU, suaramuhammadiyah.id– Ketua PP Muhammadiyah Prof Muhadjir Efendi, meresmikan Rumah Sakit Muhammadiyah Pekanbaru, Senin (22/8). Peresmian tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Riau Arsyad Juliandi Rachman dan Wali Kota Pekanbaru, Firdaus.

Muhadjir sangat mengapresiasi berdirinya rumah sakit Muhammadiyah. Menurutnya kehadiran Rumah Sakit ini dapat membantu masyarakat Riau dan sekitarnya yang memerlukan penanganan kesehatan. “Beroperasinya rumah sakit ini dipastikan turut membantu program pemerintah yaitu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam pelayanan kesehatan. Jadi, semakin banyak rumah sakit maka masyarakat akan semakin terbantu,”katanya

Rumah sakit ini berdiri berdampingan dengan pusat pendidikan yakni Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI). Ia mengungkapkan pendidikan dan kesehatan merupakan satu hal yang sangat pokok untuk saat ini. Sebab, saat ini pemerintah lebih menekankan untuk menciptakan generasi atau sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas disertai dengan kondisi kesehatan yang terjaga.

“Sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan berpendidikan adalah salah satu program pemerintah. Hal ini juga termasuk kebijakan pemerintah yang mengarah dalam dua unsur. Yakni ketidak merataan dalam bidang pendidikan dan lingkungan masyarakat serta ketidak merataan dalam faktor ketenaga kerjaan,” ungkapnya.

Rektor UMRI Mubarak menjelaskan Rumah Sakit Muhammadiyah dikelola langsung oleh UMRI. Kehadiran rumah sakit ini juga pendukung akan dihadirkannya fakultas terbaru kedepannya yaitu fakultas kedokteran.

“Kita berharap rumah sakit ini nantinya menjadi pusat pendidikan kesehatan. Runah sakit ini sudah kita bangun sejak 20 tahun lalu yang tertunda karena persiapan yang memang harus kita lengkapi sebelumnya,” terangnya.

Ditambahkannya, peresmian gedung ini juga merupakan bukti pengembangan pendidikan UMRI yang saat ini memiliki sekitar 3500 mahasiswa dan mahasiswi. “Ke depan kita juga akan meningkatkan akreditasi untuk lebih meningkatkan kualitas serta mutu pendidikan. Dengan demikian kita akan menciptakan lulusan yang berwawasan, berbudi pekerti dan juga sehat,” ujarnya.

Gubernur Riau Gubernur Riau Arsyad Juliandi Rachman mengaku bangga dengan Muhammadiyah yang terus memperjuangkan pendidikan dan juga kesehatan di provinsi Riau. “Dua faktor yang menjadi fokus Muhammadiyah ini sangat mendukung pemerintah Riau khususnya dalam membangun serta mengembangkan SDM di wilayah Riau. Tentunya kita saat ini memang butuh generasi yang berpendidikan untuk mencapai visi dan misi Riau 2020,” paparnya.

Senada dengan itu, Wali Kota Pekanbaru, Firdaus juga turut apresiasi dan berharap Muhammadiyah terus menjaga kualitas pendidikan.”Pasar tenaga kerja saat ini sangat ketat, jika kita tidak bisa bersaing maka akan lebih sulit lagi dimana saat ini persaingan dari luar sangat tinggi,” ujarnya (Ribas).

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles