24.4 C
Yogyakarta
Kamis, Agustus 13, 2020

Menjaga Muhammadiyah

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Peduli di Masa Pandemi, KKN 062 UMY Bantu Kelompok Tani Kakao

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah - Tim 062 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengabdian masyarakat di Kelompok Tani Kakao Ngudi...

KKN 162 UMY, Gandeng UMKM Luwuk Banggai dengan Digital Marketing

LUWUK, Suara Muhammadiyah - Tim 162 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengabdian masyarakat di Aulia Food. Sebuah Usaha...

UMY Songsong Kembali Perkuliahan secara Tatap Muka

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada Rabu, 12 Agustus 2020, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) beserta jajarannya mulai dari dosen hangga tenaga kependidikan...

Kini Ada 80 Rumah Sakit Muhammadiyah Tangani Pasien Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Penularan Covid-19 mengalami peningkatan yang begitu masif selama dua pekan ini di hampir seluruh tempat di Indonesia.

Selamat! Lima Proposal Mahasiswa UMTS Lolos PKM Tingkat Nasional

PADANGSIDIMPUAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) berhasil meraih 5 judul pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 (lima) bidang Tahun...
- Advertisement -

Oleh: Dra Hj Shoimah Kastolani

Setiap tanggal 8 Dzulhijjah jadi tergerak untuk sedikit mengungkap pola pikirnya Sang Pencerah 107 tahun lalu. Beliau berfikir merasa perlu membangkitkan umat Islam untuk melakukan pengentasan dari kebodohan, kemiskinan dan ketertinggalan. Meski melalui liku perjuangan yang tidak ringan toh akhirnya membuahkan hasil legalitas formal memenuhi staatblad 1870 nomor 64 tentang Perkoempoelan Berbadan Hukum. Melalui Gouvernment Besluit 22 Agustus 1914 No 81 diubah dengan Gouvernment Besluit 16 Agustus 1920 No 40. Dan kini di era global mendapat lagi penegasan dari Kementerian Hukum dan HAM tertenggal 1 Juli 2016 yang mempertegas surat pengakuan yang amat sangat tegas dari Kemendagri tanggal 30 Juni 2016.

Betapa jasa Kyai dalam memajukan agama Islam, mencerahkan bangsa melalui rintisan pendidikan yang integratif antara agama dan iptek. Berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan balai pengobatan sampai akhirnya mendirikan hospital. Peduli kepada kaum dhu’afa sebagai implementasi surat Al-ma’un yang mengajarkan semangat suka berbagi, dengan merintis armeen huis dan wees huis.

Mengingat itu semua aku rasanya bangga merupakan bagian dari gerakan yang didirikan Sang Pencerah MUHAMMADIYAH. Ataukah kebanggaanku ini tumbuh sejak aku merasakan pendidikan SR dan Mu’allimaat Muhammdiyah yang menggemblengku sebagai sosok yang diberi sibghah sebagai zu’ama ‘ulama dan mu’alim.
Kalau orang besar seperti Presiden Pertama Indonesia saja bangga kepada Sang Pencerah, masa aku yg menjadi penikmat amal usaha Muhammdiyah tidak lebih bangga?

Coba saja kita baca kembali pernyataan Ir Soekarno pada pidatonya didepan Muktamirin Muktamirat tahun 1962 “…….ada hubungan erat antara pembangunan agama dengan pembangunan Tanah-Air, Bangsa, Negara dan Masyarakat. Maka oleh karena itu saudara-saudara saja kok makin lama makin tjinta kepada Muhammadijah. Tatkala saya berusia 15 tahun saya simpati kepada Kijai Ahmad Dahlan sehingga saya mengintil kepadanya. Tahun 1946 saya minta jangan tjoret nama saya dari Moehammadijah; di tahun 1962 saya berkata semoga dikaruniai usia pandjang oleh Allah, dan jikalau saya meninggal supaya saya dikubur dengan membawa nama Moehammadijah atas kain kafan saya”.

Kok rasanya semua orang merasa tersemangati oleh nilai-nilai keikhlasan Sang Pencerah. Wujud mencintai Sang Pencerah dengan Mahakaryanya Harakah Attanwir Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam Berkemajuan, kita semua harus Menjaga Muhammadiyah dengan meneruskan cita perjuangannya menuju Indonesia Berkemajuan: Indonesia yang berdaulat, bermartabat dan berkeadilan dalam menuju ke Baldah thayyibah wa Rabbun ghafur sehingga mampu menghantarkan umat Islam ke pintu Jannatun Na’im. Amin.

- Advertisement -

1 KOMENTAR

  1. Menjaga Muhammadiyah pada hakikatnya sama dengan menjaga tanaman.
    Tanaman Muhammadiyah dapat subur bila sering dipupuk, disirami, dan disiangi (dicabuti rumput- rumput yang ada disekitarnya dan sering dicangkul tanah sebelahnya) untuk supaya pohon itu tumbuh subur dan buahnya maximal.
    Menjaga Muhammadiyah termasuk: menjaga aset- asetnya dan AUMnya, serta meningkatkan kemajuan AUM dalam berbagai bidang kehidupan.
    Termasuk warga Muhammadiyah berpikir bahwa Gerakan Dakwah bukan hanya Nasional, tetapi juga Global.
    Jayalah Muhammadiyah menuju Islam Berkemajuan dan Islam Rahmatan Lil ‘Aalamiin.
    Amiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles