31 C
Yogyakarta
Rabu, Agustus 5, 2020

Media sebagai Alat Perubahan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

PP Muhammadiyah Himbau Dunia Islam Bangun Solidaritas untuk Lebanon

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka dan simpati yang mendalam atas musibah ledakan dahsyat yang terjadi di Lebanon pada Selasa (4/8)....

Baitul Arqam Era Pandemi, MPK Tunjuk Uhamka sebagai Pilot Project

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Baitul Arqam 1 Mahasiswa merupakan agenda akademik Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA yang diselenggarakan bagi mahasiswa baru. Majelis...

Terjadi Ledakan Besar di Beirut, WNI Terpantau Aman

BEIRUT, Suara Muhammadiyah -  Ledakan sangat besar yang telah kami laporkan terdahulu terjadi di Port of Beirut, Selasa (4/8) pukul 18.02 waktu...

Haedar Nashir: Revitalisasi Pancasila Jangan Sampai Mengulang Tragedi Masa Lalu

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ada dua peristiwa yang membuat kita kembali mempertanyakan Pancasila: (1) pro-kontra Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila, dan (2) Pancasila di...

MDMC Luwu Kembali Salurkan Bantuan, Tim Relawan Banjir Bandang Tetap Siaga

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Disaster Manajemen Center) atau Satgas Bencana Muhammadiyah Kabupaten Luwu tiba di Masamba, Kabupaten Luwu Utara di...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, suaramuhammadiyah.id—Direktur Suara Muhammadiyah Deni Al-Asy’ari, menyatakan bahwa media harus dimanfaatkan sebagai alat untuk melakukan suatu perubahan dalam semua bidang kehidupan. Hampir setiap perubahan dan revolusi besar yang terjadi di dunia dimulai dan menggunakan media sebagai alat perjuangan.

“Para aktivis gerakan memiliki peran penting untuk mengelola opini-opini public melalui media. Tidak ada pergerakan yang sukses tanpa didukung oleh media,” kata Deni Al Ays’ari dalam salah satu sesi materi Darul Arqam Madya (DAM) Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sleman, di BLK PAY Yogyakarta, Ahad (11/9).

Deni lalu mencontohkan gerakan revolusi yang dilakukan oleh Karl Marx, Tan Malaka, Hamka, Hatta dan lain-lain meniscayakan penggunaan media sebagai kekuatan. “Para tokoh itu tidak hanya aktivis jalanan 100 persen. Tetapi juga menggunakan tulisan dan media sebagai partner,” ujarnya.

Menurut Deni, gagasan perubahan yang disampaikan melalui lisan memiliki jangkauan yang sangat terbatas. Namun dengan menggunakan media, maka jangkauan dan peluang untuk mempengaruhi opini public akan lebih besar dan akan abadi.

Keberadaan media di masa sekarang, menurut Deni, merupakan konsekuensi dari dibukanya kran demokrasi. Kebebasan demokrasi meniscayakan kebebasan berpendapat. Kebebasan berpendapat pada akhirnya mendorong lahirnya media sebagai wadah untuk aktualisasi kebebasan berekspresi.

Kebebasan media, kata Deni, harusnya dimanfaatkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Terlebih manusia memiliki sifat dasar ketergantungan dengan informasi. Namun, Deni mengingatkan bahwa selain memiliki kekuatan untuk membentuk karakter terpuji dan bersifat edukatif, media juga berpotensi untuk merusak karakter, ajang fitnah hingga bullying. (Ribas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles