24.4 C
Yogyakarta
Jumat, September 18, 2020

Korupsi adalah Pertanda Hilangnya Semangat Berkurban

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Ihyaul Ulum Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Baru UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Kita sekarang hidup pada era dimana perusahaan taksi terbesar di dunia, tidak memiliki satupun armada taksi (uber, grab,...

Beberapa Daerah di Kalteng Banjir, Muhammadiyah Gerak Cepat Bantu Warga

KATINGAN, Suara Muhammadiyah -  Beberapa Kabupaten di Kalimantan Tengah dilanda banjir, antara lain kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan dan Lamandau. Intensitas hujan...

Menggugah Semangat Ta’awun di Kala Pandemi

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ta’awun adalah bagian dari spirit Muhammadiyah. Spirit inilah yang menjadi penguat bagi Muhammadiyah untuk terus bergerak memberikan kontribusi...

Sambangi Siswa, Guru SD Muhammadiyah Girinyono Bantu Belajar di Rumah

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Pandemi Covid-19 membuat proses pembelajaran dilaksanakan melalui daring. Tidak sedikit kendala yang dialami ketika melaksanakan daring. Mulai...

‘Aisyiyah Probolinggo Bareng Dinas Pertanian Latih Penanaman Holtikultura

PROBOLINGGO, Suara Muhammadiyah - Tidak bisa diprediksi kapan pandemi covid ’19 akan berakhir. Berdampak kepada perekonomian keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
- Advertisement -

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah–Secara personal, idul adha berfungsi untuk memperkokoh keimanan, meningkatkan kualitas ketaqwaan dan mengkikis egoisme. Sedangkan secara sosial, idul adha berfungsi untuk memperkokoh ukhuwah (persaudaraan dan solidaritas), menghidupkan semangat berbagi, dan tolong menolong (ta’awun) serta meningkatkan semangat pengorbanan. Hal tersebut disampaikan Dr H Jalaluddin, MHum dalam khutbah Idul Adha 1437 H di halaman Masjid Muhammadiyah Al Furqan Jl. Bumi Mas Raya Banjarmasin.

Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PW Muhammadiyah Kalimantan Selatan tersebut mengatakan, bahwa: dalam konteks kehidupan berbangsa dewasa ini, kita menyaksikan betapa korupsi merajalela dan massif dilakukan dimana-mana. Padahal korupsi adalah bentuk dari lenyapnya nilai-nilai semangat berkurban dan berpeduli. Korupsiadalah bentuk bercokolnya egoisme yang tinggi yang hanya mau menang sendiri dengan menghalalkan segala cara untuk materi. Korupsi adalah bentuk mendewakan materi. Segalanya diukur berdasarkan kekayaan materi.

Lebih lanjut Dosen Fak. Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Antasari Banjarmasin tersebut mengatakan bahwa: dengan perayaan idul Kurban, semua manusia beriman diajak dan disuruh untuk kembali ke jati diri, yaitu semangat berkurban; berkurban menahan diri dari tidak mengambil yang bukan haknya, berkurban menahan diri dari makanan-makanan yang haram dan hanya mau memakan makanan yang halal, dan berkurban dalam bentuk yang lainnya sesuai kemampuan dan kapasitas kita masing-masing.

Terdapat nilai-nilai sosial kemanusiaan yang sangat luhur dalam pelaksanaan ibadah kurban adalah: Pertama: Kurban mengajarkan kita untuk bersikap dermawan, tidak tamak, rakus dan serakah. Kurban mendidik kita untuk peduli dan mengasah sikap sosial. Kedua, pelajaran yang dapat dipetik dari kisah Nabi Ibrahim as.adalah tentang kurban yang kemudian dilembagakan sebagai ibadah mahdhah setiap tahun bagi umat Islam. Hal tersebut melatih kita untuk rela mengurbankan apa saja demi untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan Ketiga, secara simbolis kurban mendidik kita untuk membunuh sifat-sifat kebinatangan ujar Wakil Dekan II Fak. Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Antasari Banjarmasin (Red. Abdul Khaliq/MPI PWM Kalsel/Foto: Jalaluddin).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles