25 C
Yogyakarta
Kamis, September 24, 2020

Muchdi PR: Judicial Review UU Pramuka Jadi Prioritas Progam Kwarpus Hizbul Wathan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Baitul Arqam UMTS Digelar Daring, Perpanjang Penerimaan Mahasiswa

PADANGSIDEMPUAN,  Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) menggelar kegiatan Baitul Arqam.  Kegiatan pengkaderan yang diikuti 637 mahasiswa itu berlangsung 22-24...

Unismuh Persiapkan Pendirian Program S3 Ilmu Pendidikan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Satu lagi langkah inovasi yang dilakukan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam upaya mencapai kampus terkemuka dan unggul. Penghujung...

Tiga Ilmu Menjadi Pribadi Terbaik Menurut Rektor UMP

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Masa orientasi studi dan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas Jawa Tengah dikemas...

Haedar Nashir: Bermuhammadiyah, Ikuti Koridor Organisasi

Muhammadiyah itu organisasi besar yang berdiri tegak di atas sistem, dengan amal usaha dan jaringan yang luas. Kekuatan Muhammadiyah berada dalam sistem,...

MIM Kenteng Gunakan Media Pembelajaran Berbasis Dakwah Budaya

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Menciptakan madrasah berbudaya sesuai dengan visi MI Muhammadiyah Kenteng. Dimuai dari para pendidiknya sebagai dasar penguatan madrasah...
- Advertisement -

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah- Ketua Umum Kwartir Pusat Hizbul Wathan, Jenderal (Purn) Muchdi PR mengatakan bahwa judicial review Undang-Undang Kepramukaan akan menjadi prioritas progam kwartir pusat Hizbul Wathan. Hal ini penting dilakukan agar keberadaan Hizbul Wathan di Indonesia tidak digantikan dengan kepanduan yang lain. “Keberadaan Hizbul Wathan ada sebelum Negara ini merdeka. Konsekuensinya Hizbul Wathan ikut serta dalam kemerdekaan Indonesia,” tutur Muchdi PR dalam sambutan pembukaan Musyawarah Wilayah (MUSYWIL) Hizbul Wathan Jawa Tengah di Alun-alun Kebumen, Sabtu (24/9).

Baca juga: Haedar Nashir; HW Harus Menjaga Marwah dan Martabat Muhammadiyah

Ramanda Muchdi menjelaskan bahwa HW satu-satunya ortom Muhammadiyah yang memiliki segmen perkaderan paling luas di Muhammadiyah. Mulai dari athfal (SD) hingga Penuntun (Universitas). “HW bahkan banyak anggota HW yang sudah berusia di atas 70 tahun. Sehingga keberadaan HW di Muhammadiyah adalah sangat penting dan wajib ada di seluruh amal usaha Muhammadiyah terutama di bidang Pendidikan,” lanjut Muchdi.

Baca juga: Muchdi PR: Pandu HW Harus Juga Berkembang di Luar Lingkungan Persyarikatan

Sementara itu, Ir Taufiq Kurniawan, MM wakil ketua DPR RI mendukung langkah Kwartir Pusat Hizbul Wathan yang akan mengajukan judicial review UU Kepramukaan. Dia meengatakan sebagai kader Muhammadiyah, dia merasakan Hizbul Wathan sangat penting keberadaan dalam membangun karakter anak muda Indonesia.

“Saya akan berdiri paling depan dalam memperjuangkan hizbul wathan agar tetap eksis di Indonesia,”ungkapnya.

Ir Taufiq mengatakan bahwa pendidikan HW adalah benteng moralitas untuk membentengi anak muda dari pengaruh globalisasi dan pengaruh negatif teknologi. Sebab bahaya tersebut akan menjauhkan anak muda pada kegiatan kegiatan yang positif dan bermanfaat sehingga perhatian mereka beralih kepada kegiatan yang cenderung jauh dari nilai-nilai moralitas dan unsur keagamaan.

Baca juga: HW Diharapkan Lahirkan Kader Unggulan Persyarikatan

Sedangkan Bupati Kebumen Ir H Mohammad Yahya Fuad, SE menuturkan bahwa HW adalah wadah pendidikan karakter bagi generasi muda, dan HW tidak mengenal usia.

“HW itu tidak mengenal usia, jangan sampai anak muda kalah sama Ramanda Moeslimin yang sudah berusia 80 tahun,”ungkapnya.

Dalam Apel Akbar Pembukaan Musyawarah Wilayah Hizbul Wathan Jawa Tengah kali juga dimeriahakan oleh beberapa atraksi dari pandu Hizbul Wathan. Diantaranya drumband Hizbul Wathan Kwarda Surakarta, Drumband SD/SMP Muhammadiyah Se Kabupaten Kebumen, dan pertunjukan teater oleh SMP Muhammadiyah 2 Kebumen (Muh Isnan).

- Advertisement -

1 KOMENTAR

  1. HW adalah Kepanduan yang ikut berkontribusi terhadap Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945.
    Dengan Kepanduan HW yang sangat berpengalaman dan sangat lengkap sebelum Indonesia Merdeka, diharapkan tetap eksis bersamaan adanya NKRI dan perlu dimasyarakatkankan lagi untuk membentuk Kader Bangsa Yang Patriotisme dan Nasionalisme.
    Panglima Besar TNI, Jenderal TNI Sudirman adalah Bapak Kepanduan HW ( Hizbul Wathan ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles