24 C
Yogyakarta
Sabtu, Agustus 15, 2020

Kader Muhammadiyah Jangan Tidur, Ayo Ngaji!

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Peduli Kampung Halaman, Mahasiswa UMY asal Kebumen Digitalisasi UMKM

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Sebagai bentuk kepedulian terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kebumen, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan...

Dakwah Kultural dengan Produksi Film Berbasis Masyarakat

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Ide menarik dilakukan oleh Budi Dwi Arifianto dan Zein Muffarih Muktaf, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah...

Dosen UMY Lakukan Pendampingan Manajemen Infaq Masjid

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Pengabdian Masyarakat merupakan implemetasi catur dharma perguruan tinggi. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah...

Uji Sertifikasi Kompetensi untuk Penyunting Naskah atau Editor

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Uji Sertifikasi Kompetensi Skema Penulisan buku non fiksi, Penyunting Naskah/Editor, Penyunting Substantif kerjasama Program Studi Magister Pendidikan IPS,...

Pengabdian Masyarakat, Dosen FEB UMY Suburkan KWT Amanah ‘Aisyiyah Bausasran

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Isthofaina Astuty bersama dengan Meika Kurnia Pudji RDA, dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas...
- Advertisement -

TEGAL, Suara Muhammadiyah –  Ada pernyataan yang menarik yang diutarakan oleh Drs H Umar Abd Rasyid selaku pembicara pada pengajian akbar. Kader Muhammadiyah Jangan “Tidur”. Pungkasnya saat menjadi pembicara dalam rangka hari berMuhammadiyah kabupaten Tegal dan pelantikan bersama PCM PCA Talang II dan PRM PRA Se-Cabang Talang II. Acara tersebut dilaksanakan pada Ahad, (2/9) bertempat di SD Muhammadiyah Pacul, Talang, Tegal.

Pengajian akbar dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal, Anggota DPRD Sahuri SH, dan seluruh warga Muhammadiyah dan ortom se-Kabupaten Tegal. Dari pernyataan tersebut diatas Umar Abd Rasyid yang juga menjabat sebagai BPH Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjelaskan lebih lanjut bahwa untuk menghidupkan Muhammadiyah itu berat, sedangkan untuk membunuh itu mudah. “Tidur cepat bangun siang”. Itu salah satu contoh membunuh Muhammadiyah secara perlahan. Tantangan pemimpin Muhammadiyah harus konsisten, produktifitas Muhammadiyah harus ada dengan cara harus memiliki ilmu dan bersyukur.

Hal tersebut selaras dengan pernyataan ketua PDM Kabupaten Tegal pada sambutannya Ust Syamsul Huda SAg mengatakan bahwa jadilah pemimpin yang pembelajar dan budayakan ayo Ngaji..!!, jangan tidur. “Muhammadiyah adalah tempat kita memberi dan berjuang maka harus melepas kepentingan pribadi dan memprioritaskan kepentingan umat,” ungkapnya.

Diakhir, Umar Abd Rasyid menegaskan bahwa anggota Muhammadiyah harus berkualitas yaitu kritis. Ada 5 point untuk membangunkan Muhammadiyah yakni menjadi manusia memiliki niat yang benar, tahu tugas pokok, fungsi, mampu membuat target dan strategi (Riza A. Novanto).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles