22.7 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 11, 2020

Tidak Menjalankan Isi Al-Quran adalah Pelecehan Terhadap Kitab Suci

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Lazismu Medan Jaring Milenial Berdayakan UMKM

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Pembinaan UMKM menjadi demikian ditengah hawa resesi yang semakin panas. UMKM memiliki dayatahan dalam menghadapi guncangan ekonomi. Hal itu...

Uji Kompetensi 14 Skema LSP UMP Bersama BNSP

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Muhammadiyah Purwokerto tengah melakukan penambahan ruang lingkup LSP. Hal in ditandai...

Peduli UMKM di Saat Pandemi, KKN 117 UMY Kembangkan Potensi Batik Trisno Idaman

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Tim 117 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengabdian masyarakat di Batik Trisno Idaman.  Sebuah...

UMSU Dampingi Peningkatan Kualitas Ponpes Kwala Madu

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berkomitmen mendamping pengelolaan dan pengembangan pendidikan pesantren modern Kwala Madu, Langkat.

Mencegah Cyber Bullying Dimulai dari Keluarga

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perkembangan internet yang semakin cepat dan meluas memunculkan berbagai dampak, tidak hanya positif tetapi juga negatif. Salah satu...
- Advertisement -

PALU, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulteng, mendiskusikan kepemimpinan dalam pandangan Islam, pada kegiatan Coffee Morning Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tengah, Minggu (9/10).

Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulteng, Fery eL Shirinja MSi, mengatakan, bahwa kasus dugaan pelecehan Al-Quran oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menjadi pelajaran tersendiri bagi umat Islam agar berhat-hati dalam memilih pemimpin.

Pelecehan terhadap kitab suci dimaknai secara luas, tidak hanya dalam bentuk ucapan, namun juga dalam bentuk perbuatan mengingkari kitab suci itu sendiri. “Jika umat Muslim ini menjalankan perintah Al-Quran dan sunnah, maka yakin saja, tidak akan ada pelecehan terhadap Al-Quran yang suci ini,” jelasnya.

Sementara Sekretaris PW Muhammadiyah Sulteng, M Amin Parakkasi MH yang menjadi pemateri pada acara itu, mengatakan bahwa umat muslim wajib memilih pemimpin yang seakidah, tidak ada alasan untuk memilih pemimpin yang tidak seakidah, kecuali memang calon pemimpinnya tidak ada yang muslim.

Kata Amin, dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden maupun pemilihan kepala daerah dan wakilnya, umat islam harus memilih calon yang beragama Islam satu paket. Tidak bisa dipisahkan antara Presiden dan Kepala daerah dengan wakilnya. “Jangan ada pemisahan, kalau satu paket, maka harus memilih paket yang muslim,” jelasnya.

Kejadian di DKI Jakarta, kata dia, ada kepala daerah yang mempelintir ayat suci Alquran, menjadi bukti bahwa negeri yang mayoritas muslim, tidak sepatutnya dipimpin oleh yang non Muslim. Maka itulah kata dia, masyarakat Provinsi Sulteng, diminta lebih berhati-hati dalam memilih pemimpin. “Tahun 2017, di Sulteng ada dua daerah yang akan menggelar Pilkada. Begitu juga tahun 2018 ada juga beberapa daerah yang akan menggelar Pilkada, sehingga masyarakat harus berhati-hati dalam memilih pemimpin,” tandasnya.

Amin Parakkasi juga mengimbau umat muslim untuk mendirikan shalat lima waktu dengan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, karena salat itu dapat mencegah dari perbuatan mungkar. “Melalui kesempatan ini, saya mengajak kita semua untuk mendirikan salat dengan mengikuti tata cara yang diajarkan Rasulullah SAW,” tandasnya.

Sementara pakar tarjih yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulteng, Ustad Muhammad Djaiz SAg yang juga menjadi narusumber, mempraktikkan tata cara shalat, seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW berdasarkan hadis-hadis shahih.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles