33 C
Yogyakarta
Sabtu, Agustus 15, 2020

Usung Jogja Berbudaya, Imam Priyono-Ahmad Fadli Jaring Aspirasi ke Suara Muhammadiyah

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Rumah Pangan Milenial IMM Malang Panen Sayuran

MALANG-Rumah Pangan Milenial (RPM) yang dikelola oleh IMM Malang sukses melakukan panen kedua, 15 Agustus 2020. Sebelumnya, panen perdana juga sukses dilakukan...

Peran Muhammadiyah dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam ranah kemerdekaan, ada beberapa persoalan history (sejarah) yang perlu diangkat kembali. Tentang bagaimana proses berdirinya Negara Kesatuan...

Menjadi Super Tendik di Kala Pandemi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Memasuki era New Normal, Sabtu (15/8), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY mengadakan kegiatan Pelatihan...

Lazismu Medan Gelar Aksi Kemanusiaan Erupsi Sinabung

KARO, Suara Muhammadiyah - Erupsi Sinabung terus berlanjut dalam pekan ini. Kerugian akibat hancurnya lahan pertanian diperkirakan mencapai Rp 41 miliar lebih....

UMSU Gelar Parade Qori dan Qoriah Terbaik Lintas Generasi

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara menyambut  Hari Ulang Tahun ke 75 Kemerdekaan RI dan  Tahun Baru Islam, Muharram 1442 Hijriah...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah– Calon Wali Kota Yogyakarta  Imam Priyono yang berpasangan dengan calon wakil Wali Kota Yogyakarta Achmad Fadli, melakukan kunjungan silaturahim ke kantor redaksi Suara Muhammadiyah, Jumat (9/12). Kunjungan ini dimaksudkan untuk menjaring aspirasi dari majalah tertua di Indonesia.

Imam Priyono dan Ahmad Fadli beserta rombongan diterima oleh Pimpinan Perusahaan Suara Muhammadiyah Deni Asy’ari, Redaktur Pelaksana Majalah Suara Muhammadiyah Mu’arif, redaktur senior Imron Nasri, Budi Asyari Afwan dan jajarannya.

Imam Priyono mengatakan Yogyakarta menjadi lokomotif pendidikan dan pariwisata. Imam menganggap bahwa Muhammadiyah sebagai parter bagi pemerintah dalam melakukan program-program membangun Kota Yogyakarta menjadi lebih berkemajuan dan berbudaya.

“Kunjungan kami untuk mensinergikan program-program kita terutama terkait dengan keislaman. Terlebih Muhammadiyah sebagai kotanya Muhammadiyah. Sehingga kami perlu menjaring aspirasi dari Muhammadiyah melalui Suara Muhammadiyah,” ujarnya.

Imam berkomitmen untuk menciptakan Kota Yogyakarta yang berbudaya, dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, serta membangun generasi yang bermoral dan berakhlak. Menurut Imam, komitmen itu hanya bisa dicapai dengan modal gotong royong antar semua elemen, termasuk peran dari Suara Muhammadiyah.

Senada, Ahmad Fadli menyatakan bahwa Suara Muhammadiyah sebagai salah satu media yang berpengaruh di Yogyakarta sangat diharapkan memberikan masukan untuk kemajuan kota Yogyakarta. Terlebih, Yogyakarta dinilai memiliki banyak pakar dan praktisi dalam bidang apapun.

“Tema besar kami kan Jogja Berbudaya, jadi kami ingin kampung di Jogja itu maju tetapi tetap berbudaya,” tutur Fadli.

Fadli mengajak Suara Muhammadiyah ikut mendukung rencana pasangan Imam Priyono dan Ahmad Fadli untuk membangun kampung berbasis budaya. Salah satunya adalah kampung Kauman yang dinilai memiliki akar sejarah Muhammadiyah yang sangat kental. “Jangan sampai hilang dari sejarah,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Perusahaan Suara Muhammadiyah Deni Asy’ari memberikan beberapa masukan. Di antaranya terkait dengan perizinan bangunan di kota Yogyakarta yang dinilai sangat tidak berpihak kepada kepentingan umat dan masyarakat luas.

Deni membandingkan proses perizinan hotel dengan perizinan gedung Graha Suara Muhammadiyah. “Perizinan Graha Suara Muhammadiyah tidak secepat perizinan hotel,” tutur Deni. Padahal, kata Deni, Muhammadiyah merupakan salah satu pilar Yogyakarta.

Dalam kesempatan itu, Deni juga menyarankan supaya Imam Priyono dan Ahmad Fadli bisa mengembangkan konsep wisata halal di Yogyakarta. Kota Yogyakarta dianggap memiliki banyak potensi wisata islami yang bisa digali. “Kita harus menjadikan wisata halal sebagai ikon Yogyakarta,” ungkapnya (Ribas/Photo:Dwi).

- Advertisement -

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles