23.5 C
Yogyakarta
Jumat, Agustus 14, 2020

Muhammadiyah Optimalkan Wakaf Produktif di Tahun 2017

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Pengabdian, Dosen Manajemen UMY dan Warga Bausasran Adakan Penghijauan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sempitnya lahan tidak menyurutkan keinginan warga RW 11 Bausasran Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta untuk menghijaukan wilayahnya.

Asah Kreativitas, PMM UMM Ajari Anak-Anak Seni Kolase

BLITAR, Suara Muhammadiyah - Kelompok Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang melakukan pengabidan masyarakat dengan mengajari anak-anak membuat kolase. Kegiatan...

Dosen FEB UMY Latih Jamaah Pengajian Membuat Kain Shibori

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk kewajiban dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi. Disamping itu pengabdian masyarakat di era...

Semua Siswa Dapat, SMK Mutu Tegal Bagikan Perdana Plus Kuota untuk PJJ

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Bentuk pelayanan selama diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam masa covid 19. SMK MUTU Tegal berikan kartu perdana...

Islam, Alam, dan Tugas Manusia

Alam akan membawa manfaat dan berkah bagi manusia, manakala telah melaksanakan tugasnya terhadap alam, yakni mengembalikan alam ke jalan yang benar. Yakni...
- Advertisement -

JAKARTA, Suara Muhammadiyah- Wakaf dan Kehartabendaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendorong semua pihak untuk melakukan sinergi dalam pengembangan zakat dan wakaf  di Tahun 2017. Peningkatan wakaf produktif yang diakui belum optimal di tahun 2016 menjadi tantangan sekaligus agenda mendesak yang harus segera dilakukan untuk memberdayakan kaum dhuafa sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Demikian disampaikan dalam Seminar Catatan Evaluasi Akhir Tahun 2016 pada Jumat (30/12). Acara yang bertajuk “Mengoptimalkan Zakat dan Wakaf Muhammadiyah Untuk Indonesia Berkemajuan” ini digelar di Aula PP Muhammadiyah Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat. Tampil sebagai narasumber yaitu Ketua PP Muhammadiyah Good Will Zuber, Ketua Baznas Prof. Bambang Sudibyo, Direktur Pemberdayaan Wakaf Kemenag RI Dr. Suardi Abbas, MH, Wakil Ketua Majelis Wakaf Dr Amirsyah Tambunan, serta Direktur Utama Lazismu Andar Nubowo, DEA.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Majelis Wakaf Amirsyah Tambunan mengatakan bahwa Muhammadiyah mendesak pemerintah baik Badan Pertahanan Nasional maupun Kementerian Agama untuk melakukan affirmative action dalam melakukan sertifikasi wakaf. Hal ini dikarenakan masih ditemukan banyaknya tanah wakaf yang belum bersetifikat dan masih terlantar saat ini. Oleh karena itu Ia mengajak semua pihak agar dapat memanfaatkan tanah wakaf tersebut dalam menanggulangi kemiskinan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. “Sehingga terdapat upaya kongkret untuk memberdayakan wakaf,” tambahnya.

Terkait zakat, Amirsyah mengungkapkan bahwa Muhammadiyah memberikan apresiasi atas peningkatan produktivitas zakat di Indonesia khususnya LazisMu yang kini diakui sebagai salah satu LAZNAZ terbaik di Indonesia. Berdasarkan SK Menteri Agama Republik Indonesia No. 730 tahun 2016, per tanggal 14 Desember 2016 Lazismu pun telah dikukuhkan sebagai Laz Nasional. Di tahun 2016, Lazismu telah berhasi menghimpun dan mendayagunakan zakat, infaq, shodaqoh di Indonesia dengan angka mencapai 380 M.

“Kedepan, penggunaan zakat dan wakaf harus dilakukan secara produktif sehingga dapat memberikan kontribusi secara signifikan terhadap APBN,” tandasnya (zul/ Yusri).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles