33 C
Yogyakarta
Rabu, Oktober 28, 2020

Nasyiatul Aisyiyah Kota Yogyakarta Ambil Peran dalam Penanganan Autisme

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

UMS Top 10 Kampus Terbaik di Indonesia Versi QS World

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah -QS World University Rangkings kembali mengumumkan daftar perguruan tinggi (universitas) terbaik di dunia tahun 2021. Menurut...

UMP Siapkan Mahasiswa Magang Berkompeten

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Dalam Upaya Pembinaan dan Pemberian Motivasi Mahasiswa Magang, UMP Selenggarakan Pendampingan dan Motivasi Seluruh Mahasiswa Magang. Agenda ini...

Segera Hadir Log-Mart: Sayap Bisnis Baru BulogMU

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Setelah memperluas 200 jaringan keagenan di wilayah Yogyakarta, dengan rata-rata setiap Kabupaten 50 Agen, kini BulogMU sebagai lini...

Lembaga Pendidikan Tinggi bukan Menara Gading

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Secara institusi, kampus adalah tempat mencari ilmu bagi mahasiswa yang kemudian diamalkan dan disebar luaskan kepada masyarakat. Lembaga...

Memantapkan Pelatih Hizbul Wathan Kulon Progo

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka mengupdate kembali rasa tangung jawab sebagai pelatih Hizbul Wathan di setiap Qobilah dari SD/MI, Mts/SMP...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah- Problematika autisme nampaknya belum menjadi perhatian banyak kalangan. Autisme, seringkali dianggap sebagai suatu gangguan tidak wajar yang merupakan kekurangan yang dimiliki seseorang. Kurangnya pemahaman dan pendekatan mengenai penanganan autisme menjadi hal yang penting untuk diperhatikan bagi seluruh masyarakat baik yang berhubungan secara langsung ataupun tidak. Demikian disampaikan Evianawati, Staff pengajar STIPsi & UIN Yogyakarta  pada Sabtu (14/1) dalam Workshop Parenting Anak Autis di Aula PP Muhammadiyah.

Workhsop bertajuk “Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak dengan Pendekatan Religius” ini digelar oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Yogyakarta sebagai upaya meningkatkan kualitas pengasuhan pada anak-anak berkebutuhan khusus. “Salah satu program PDNA yaitu berfokus pada peningkatan kualitas pada anak-anak berkebutuhan khusus. Oleh karenanya, kami ingin mengambil peran dengan memberikan pemahaman yang sarat dengan muatan Islam,” ungkap Intan Puspitasari, Koordinator Sosial Pendidikan PDNA Kota Yogyakarta.

Anak autis, kata Evinawati, berhak untuk memiliki tumbuh kembang yang sama dengan anak-anak di lingkungan masyarakat normal lainnya. Pemahaman dan pendekatan yang tepat harus dimiliki orang tua ataupun yang berhubungan dengan anak autis. “Kekuatan emosional menjadi hal yang penting. Keikhlasan orang tua menjadi kunci penting. Orang tua harus mau menerima anak lalu memberikan metode yang tepat sehingga anak mampu bertahan dan menjalani kehidupan,” tambahnya.img_1285

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir dr Warich Andan, psikiater yang juga merupakan dosen FKIK UMY. Selain menjelaskan autism dari sisi medis,  Ia juga menjelaskan mengenai pentingnya penerimaan dan kesadaran keluarga dalam membekali dasar keagamaan bagi anak autis. Menurutnya, Orang tua harus memberikan stimulasi dan mengenalkan keagamaan secara mendasar.

Workshop yang dihadiri oleh sejumlah kader NA, mahasiswa, guru dan orang tua yang memiliki anak penyandang autis ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kualitas pengasuhan dengan membekali  guru dan orang tua sekaligus memberikan muatan keislaman. “Harapannya, dengan workshop ini kita semua sama-sama sadar dan mau belajar untuk memberikan penanganan dan pelayanan yang terbaik untuk anak autis,” pungkas Intan (Yusri).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -