22.7 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 11, 2020

Gebyar SMAB, MDMC DKI Jakarta Raya Sosialisasikan Budaya Aman Bencana

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Lazismu Medan Jaring Milenial Berdayakan UMKM

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Pembinaan UMKM menjadi demikian ditengah hawa resesi yang semakin panas. UMKM memiliki dayatahan dalam menghadapi guncangan ekonomi. Hal itu...

Uji Kompetensi 14 Skema LSP UMP Bersama BNSP

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Muhammadiyah Purwokerto tengah melakukan penambahan ruang lingkup LSP. Hal in ditandai...

Peduli UMKM di Saat Pandemi, KKN 117 UMY Kembangkan Potensi Batik Trisno Idaman

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Tim 117 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengabdian masyarakat di Batik Trisno Idaman.  Sebuah...

UMSU Dampingi Peningkatan Kualitas Ponpes Kwala Madu

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berkomitmen mendamping pengelolaan dan pengembangan pendidikan pesantren modern Kwala Madu, Langkat.

Mencegah Cyber Bullying Dimulai dari Keluarga

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perkembangan internet yang semakin cepat dan meluas memunculkan berbagai dampak, tidak hanya positif tetapi juga negatif. Salah satu...
- Advertisement -

JAKARTA, Suara Muhammadiyah- MDMC DKI Jakarta Raya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal, nasional, dan internasional, serta Akademisi dan Lembaga Usaha menyelenggarakan Gebyar Sekolah Madrasah Aman Bencana (SMAB) di Car Free Day pada Minggu (22/1).

Kegiatan gebyar SMAB tersebut disemarakkan oleh lebih dari 10.000 anak dan masyarakat DKI Jakarta dengan melakukan aksi jalan santai bersama. Peserta jalan santai dilepas oleh tiga pejabat publik dari BPBD DKI Jakarta, Dinas pendidikan Provinsi DKI Jakarta, serta Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama Provisi DKI Jakarta. Kepala BPBD DKI Jakarta Husein Murad menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kerjasama 3 pilar. “Dengan mengusung tema ‘Sekolahku Aman, Prestasiku Gemilang’ maka gebyar SMAB merupakan wujud nyata 3 pilar antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga usaha dalam rangka mengurangi resiko bencana dan membangun budaya aman dari bencana,” tuturnya.

Selain jalan santai, rangkaian kegiatan Gebyar SMAB lainnya adalah digelarnya 13 booth pameran informasi dan sarana/prasarana fasilitasi seputar SMAB. Untuk memeriahkan acara jalan santai diiringi dengan penampilan marching band dari anak-anak SD dan SMP binaan MDMC.

Wakil Sekretaris MDMC PWM DKI Jakarta, Syamsul Sarbini mengatakan bahwa kegiatan ini melibatkan 20 relawan MDMC untuk memberikan informasi tentang kebencanaan di stand pameran, tenaga bantuan logistik serta bekerja sama dengan Majelis Dikdasmen PWM DKI Jakarta untuk menghadirkan marching band sekolah Muhammadiyah. “Atas izin Majelis Dikdasmen PWM DKI, Muhammadiyah menurunkan drumband SD dan SMP bersama relawan membaca,” tambahnya.

Ia juga berharap agar MDMC dan Majelis Dikdasmen PWM DKI Jakarta dapat mewujudkan serta memberikan pemahaman yang dalam mengenai segala aspek kebencanaan di Sekolah Muhammadiyah sesuai dengan peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 187

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Soni Sumarsono  dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serius dan peduli dalam mendukung pengembangan Program SMAB. Hal ini ditandai dengan adanya inisiatif konkrit menerbitkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 187 tahun 2016 tentang Penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana. Regulasi tersebut merupakan kebijakan publik yang pertama kali diterbitkan oleh gubernur di Indonesia terkait SMAB yang di dalamnya memuat 10 indikator capaian program. Ia juga berharap di tahun 2018 seluruh sekolah dan madrasah di Provinsi jakarta berhasil menjalankan program SMAB.

“Harapan kami, di tahun 2018 seluruh sekolah dan madrasah di Provinsi DKI Jakarta telah berhasil menjalankan program SMAB ini, sehingga dapat berkontribusi secara konkrit untuk menumbuh kembangkan budaya keselamatan serta dapat mengurangi risiko bencana bagi anak-anak,” tandasnya (Yusri). 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles