23.5 C
Yogyakarta
Jumat, Agustus 14, 2020

Retakan Meluas, MDMC Cilacap Gandeng AMM Kerahkan Bantuan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Pengabdian, Dosen Manajemen UMY dan Warga Bausasran Adakan Penghijauan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sempitnya lahan tidak menyurutkan keinginan warga RW 11 Bausasran Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta untuk menghijaukan wilayahnya.

Asah Kreativitas, PMM UMM Ajari Anak-Anak Seni Kolase

BLITAR, Suara Muhammadiyah - Kelompok Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang melakukan pengabidan masyarakat dengan mengajari anak-anak membuat kolase. Kegiatan...

Dosen FEB UMY Latih Jamaah Pengajian Membuat Kain Shibori

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk kewajiban dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi. Disamping itu pengabdian masyarakat di era...

Semua Siswa Dapat, SMK Mutu Tegal Bagikan Perdana Plus Kuota untuk PJJ

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Bentuk pelayanan selama diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam masa covid 19. SMK MUTU Tegal berikan kartu perdana...

Islam, Alam, dan Tugas Manusia

Alam akan membawa manfaat dan berkah bagi manusia, manakala telah melaksanakan tugasnya terhadap alam, yakni mengembalikan alam ke jalan yang benar. Yakni...
- Advertisement -

CILACAP, Suara Muhammadiyah- Pergerakan tanah di Dusun Jati Luhur Desa Padang Jaya Kecamatan Majenang masih terjadi dan bertambah parah. Patahan dan retakan dilaporkan makin meluas hingga mengakibatkan tingkat kerusakan rumah warga terus bertambah. Berdasarkan keterangan anggota Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Cilacap, dilaporkan bahwa pergerakan tanah ini mengakibatkan adanya 43 rumah terdampak, 19 rumah rusak parah, dan 35 kepala keluarga mengungsi.

“Untuk sementara yang terdampak 43 rumah, 19 rumah rusak parah, dan 35 kepala keluarga mengungsi,” ungkap Tasnarto, Ketua MDMC Cilacap pada Rabu (25/1).

Tasnarto mengatakan, MDMC Cilacap bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) turut merespon terjadinya bencana ini dengan memberikan bantuan berupa logistik pada Selasa (24/1) serta melakukan kerja bakti bersama masyarakat setempat.

“Kami bersama AMM pada hari Selasa meberikan bantuan logistik kepada pengungsi di posko pengungsian. Rencananya kami juga akan ikut kerja bakti bersama masyarakat membuat saluran air supaya air tidak masuk ke rongga-rongga tanah yang bisa memicu longsor,” terangnya.

Terkait kronologi, Kepala Dusun Jatiluhur Tarkono mengatakan bahwa pergerakan tanah terjadi pada Senin (23/1) malam di saat mayoritas warga tengah berjaga di posko terpatu. Kondisi ini terjadi sampai pagi hari. Bahkan muncul patahan baru di atas mahkota logsor setelah 1 jam sebelumnya warga selesai menggelar kerja bakti menutup rekahan. “hanya satu jam seetelah kerja bakti, muncul rekahan baru di atas,” jelasnya.

Hasil pendataan Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) kabupaten Cilacap didaptkan bahwa luas rekahan mencapai 2 hektar. Gerakan tanah itu berupa garis retakan sepanjang 250 meter, dan berbentuk tapal kuda menghadap ke atas. Tanah cenderung bergerak ke arah timur atau menuju jurang yang ada disisi timur Dusun Jatiluhur. Selain rusaknya puluhan rumah, dampak lain adalah jalan lingkungan patah dan jalan provinsi mengalami retak-retak. Selain itu, jalur patahan juga melintasi perkampungan warga dan jalan provinsi ruas Majenang-Salem.

Kepala BPBD Kabupaten Cilacap, Tri Kumara melalui Kabid Logistik dan Kedaruratan, Martono mengatakan akan meminta bantuan dari Tim Geologi. Tujuannya yakni untuk mendapatkan penjelasan ilmiah tetang kondisi tanah di lokasi bencana.

“Langkah selanjutnya akan mengundang tim geologi. Pasca kejadian, kami sudah berkirim surat ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berisi laporan lengkap serta permintaan bantuan untuk menurunkan tim geologi ke Dusun Jatiluhur,” tandasnya (Yusri).

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles