31 C
Yogyakarta
Rabu, Agustus 5, 2020

Gelar Rakerwil, LPB Muhammadiyah Sulsel Tekankan Kompetensi Relawan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

PP Muhammadiyah Himbau Dunia Islam Bangun Solidaritas untuk Lebanon

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka dan simpati yang mendalam atas musibah ledakan dahsyat yang terjadi di Lebanon pada Selasa (4/8)....

Baitul Arqam Era Pandemi, MPK Tunjuk Uhamka sebagai Pilot Project

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Baitul Arqam 1 Mahasiswa merupakan agenda akademik Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA yang diselenggarakan bagi mahasiswa baru. Majelis...

Terjadi Ledakan Besar di Beirut, WNI Terpantau Aman

BEIRUT, Suara Muhammadiyah -  Ledakan sangat besar yang telah kami laporkan terdahulu terjadi di Port of Beirut, Selasa (4/8) pukul 18.02 waktu...

Haedar Nashir: Revitalisasi Pancasila Jangan Sampai Mengulang Tragedi Masa Lalu

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ada dua peristiwa yang membuat kita kembali mempertanyakan Pancasila: (1) pro-kontra Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila, dan (2) Pancasila di...

MDMC Luwu Kembali Salurkan Bantuan, Tim Relawan Banjir Bandang Tetap Siaga

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Disaster Manajemen Center) atau Satgas Bencana Muhammadiyah Kabupaten Luwu tiba di Masamba, Kabupaten Luwu Utara di...
- Advertisement -

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah– Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan mengadakan Rapat Kerja Wilayah sekaligus Pengambilan sumpah Tim Relawan Tanggap Darurat LPB PWM Sulsel di Hotel Grand Imawan pada (28-29/1). Rakerwil yang diadakan selama dua hari ini diikuti oleh utusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sulsel.

Ketua LPB PWM Sulsel, Tahir Fatwa mengungkapkan bahwa terdapat 10 orang relawan Muhammadiyah yang dianggap berkompeten untuk menjadi relawan inti. Mereka adalah Muhammad Shiddiq, Khaerul Jamain, Muhammad Asrullah Azis, Muhammad Qadar, Jayandi Arifin, Zainuddin, Herlina Sutrawati, Mirnawati, dan Nurhidayah.

“Sebenarnya ada 18 orang yang kita rekrut dan kemudian diberi pelatihan, tetapi sampai selesainya pelatihan dan setelah dilakukan seleksi, akhirnya hanya sepuluh orang yang dianggap cakap dan memiliki komitmen kuat untuk menjadi relawan inti,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Ketua LPB Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budi Setiawan. Ia memaparkan bahwa Tim Relawan Muhammadiyah yang tergabung dalam Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah di mana pun mereka berada dan di mana pun akan melakukan pertolongan harus selalu berkoordinsi dengan pemerintah setempat. Koordinasi itu diperlukan karena pemerintah memiliki kewenangan dan fasilitas untuk melakukan berbagai hal termasuk dalam penanggulangan bencana.

“Seorang relawan tidak akan bisa berbuat banyak kalau tidak tahu apa-apa tentang pertolongan. Makanya perlu ada pelatihan yang ditandai dengan sertifikat relawan,” pungkasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Basarnas Sulselbar Kusnadi mengatakan bahwa kebanyakan terjadinya musibah dalam pertolongan dikarenakan tim relawan belum siap melakukan pertolongan. Oleh karenanya perlu ada pelatihan sebelum terjun ke lapangan.

“Kalau sudah mengikuti pelatihan relawan, minimal kita bisa menolong diri sendiri dan keluarga jika terjadi bencana. Kalau sudah memiliki pengetahuan, teknik, dan ilmunya, maka kita pasti akan terpanggil untuk melakukan pertolongan setiap ada bencana,” tuturnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Ambo Asse meminta Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PWM Sulsel untuk mengimplementasikan surat Ali Imran ayat 110 dalam menjalankan aktivitas kemanusiaannya. “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh berbuat yang ma’rif dan mencegah dari yang munkar, serta beriman kepada Allah,” tandasnya (Nur/Yusri).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles