33 C
Yogyakarta
Senin, Agustus 10, 2020

Buya Syafii Maarif: Jogja Harus Istimewa dalam Toleransi dan Keadilan Sosial

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Lazismu Medan Jaring Milenial Berdayakan UMKM

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Pembinaan UMKM menjadi demikian ditengah hawa resesi yang semakin panas. UMKM memiliki dayatahan dalam menghadapi guncangan ekonomi. Hal itu...

Uji Kompetensi 14 Skema LSP UMP Bersama BNSP

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Muhammadiyah Purwokerto tengah melakukan penambahan ruang lingkup LSP. Hal in ditandai...

Peduli UMKM di Saat Pandemi, KKN 117 UMY Kembangkan Potensi Batik Trisno Idaman

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Tim 117 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengabdian masyarakat di Batik Trisno Idaman.  Sebuah...

UMSU Dampingi Peningkatan Kualitas Ponpes Kwala Madu

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berkomitmen mendamping pengelolaan dan pengembangan pendidikan pesantren modern Kwala Madu, Langkat.

Mencegah Cyber Bullying Dimulai dari Keluarga

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perkembangan internet yang semakin cepat dan meluas memunculkan berbagai dampak, tidak hanya positif tetapi juga negatif. Salah satu...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1998-2005, Ahmad Syafii Maarif menyatakan bahwa Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hendaknya tidak hanya istimewa dari segi pemerintahannya, namun juga istimewa dalam bidang lainnya, terutama kerukunan umat beragama dan keadilan social-ekonomi.

Buya Syafii menggarisbawahi beberapa hal yang harus menjadi perhatian semua pihak di Yogyakarta. Terutama terkait dengan urusan pemenuhan keadilan. “Jadi istimewa itu juga menjadi pelopor untuk mendekatkan jarak antara yang punya dan yang tidak,” kata Buya Syafii saat menjadi keynote speaker di Seminar Nasioal Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) DIY, di aula RS Mulut dan Gigi UMY, Yogyakarta, Sabtu (18/2).

Pemenuhan keadilan dianggap Buya Syafii sangat penting dalam mewujudkan keamanan dan menopang kebinnekaan. “Sehingga Jogja ini tidak hanya istimewa dari segi UU, tetapi juga istimewa dari sisi toleransi, keadilan juga istimewa,” tutur Buya Syafii.

Keistimewaan harus disubstansikan dalam semua bidang kehidupan warga Yogyakarta. “Harus diingat juga bahwasanya, keistimewaan itu jangan hanya menjadi simbolik. Tapi harus istimewa dalam semua lini semestinya,” kata Buya.

“Pada waktu UU keistimewaan Yogya, saya begitu mendukung pada waktu itu,” katanya. “Saya punya alasan yang kokoh. Bukan karena keistimewaan itu sesuatu yang unik. Sebab tanpa Yogya, belum tentu kita bisa merasakan kemerdekaan hari ini. Itu peran HB IX begitu besar. Sangat penting sekali. Waktu ibu kota Indonesia pindah kesini, HB IX menyerahkan harta keraton untuk Indonesia,” ungkapnya.

Dengan mendukung UU keistimewaan Jogja tidak berarti Buya tidak pro demokrasi. Tetapi justru, keistimewaan Jogja hendaknya dimanfaatkan untuk mempercepat menghilangkan kesenjangan. “Sekarang ada dana keistimewaan. Sebab tingkat kesenjangan dan kemiskinan di Jogja ini masih cukup tinggi sekali,” kata Buya. “Ini memang harus ditangani secara serius,” tegasnya.

“Dalam bacaaan saya, selama kesenjangan itu belum dijembatani dengan baik, maka sila kelima Pancasila akan dianggap menggantung di awang-awang. Disebut dalam perkataan, dinilai, diberi apresiasi tinggi, tapi tanpa diimplementasi akan sia-sia,” katanya.

Pada dasarnya, kata Buya Syafii, tujuan kemerdekaan adalah untuk mengimplementasikan sila kelima Pancasila, yaitu ‘Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia’. Jika sila kelima Pancasila diabaikan, maka sama saja dengan pengabaian cita-cita kemerdekaan.

Kesenjangan yang ada juga menjadi penyebab kasus intoleransi. Agama hanyalah sebagai penyulut saja dari persoalan kesenjangan. “Jadi buang-buang waktu saja kalau kesenjangan itu dibiarkan berlarut-larut dan itu akan mengganggu kebhinnekaan kita,” ujar Buya. (Ribas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles