28 C
Yogyakarta
Kamis, Agustus 13, 2020

Aisyiyah Sumbar Berikan Pembinaan Pada Napi Perempuan di Lapas 1A Muara Padang

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Peduli di Masa Pandemi, KKN 062 UMY Bantu Kelompok Tani Kakao

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah - Tim 062 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengabdian masyarakat di Kelompok Tani Kakao Ngudi...

KKN 162 UMY, Gandeng UMKM Luwuk Banggai dengan Digital Marketing

LUWUK, Suara Muhammadiyah - Tim 162 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengabdian masyarakat di Aulia Food. Sebuah Usaha...

UMY Songsong Kembali Perkuliahan secara Tatap Muka

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada Rabu, 12 Agustus 2020, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) beserta jajarannya mulai dari dosen hangga tenaga kependidikan...

Kini Ada 80 Rumah Sakit Muhammadiyah Tangani Pasien Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Penularan Covid-19 mengalami peningkatan yang begitu masif selama dua pekan ini di hampir seluruh tempat di Indonesia.

Selamat! Lima Proposal Mahasiswa UMTS Lolos PKM Tingkat Nasional

PADANGSIDIMPUAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) berhasil meraih 5 judul pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 (lima) bidang Tahun...
- Advertisement -

PADANG, Suara Muhammadiyah- Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sumatera Barat melalui Majelis Ekonomi melakukan pembinaan terhadap warga binaan perempuan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muara 1A Padang. Berbagai macam binaan yang dilakukan meliputi pembinaan kreatifitas bagi warga Lapas seperti pembuatan sandal, serta pembuatan sabun untuk kehidupan rumah tangga. Kali ini, Majelis Ekonomi PWA Sumbar memberikan pelatihan pembuatan sabun melin pada senin (13/3) di Lapas 1A Padang.

Ketua PWA Sumbar, Meiliarni Rusli mengatakan bahwa program pelatihan pembuatan sabun melin ini merupakan program lintas lembaga kolaborasi antara Majelis Ekonomi dan Majelis-Majelis lainnya. Menurutnya, Aisyiyah tidak hanya menempa karakter dan kepribadian saja, namun juga sekaligus membekali warga binaan Lapas dengan keterampilan agar kelak ketika bebas dari Lapas bisa berwirausaha.

“Kita tidak hanya tempa dada mereka dengan akidah akhlaq saja tetapi juga memberikan mereka kail untuk melanjutkan hidup,” ungkapnya.

Disampaikan Meiliarni, program pembuatan sabun melin ini sudah berhasil dikembangkan oleh ibu-ibu Aisyiyah di seluruh Indonesia. Kendati demikian, program ini perdana dilakukan bagi warga binaan Lapas. Ia menjelaskan, sabun melin merupakan sabun yang diproduksi secara resmi oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah yang bahan bauknya didatangkan langsung dari Yogyakarta dan beredar luas di seluruh Indonesia termasuk Sumatera Barat.

“Sabun melin ini tidak berbusa sehingga nyaman dipakai dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapatkan antusiasme dari warga binaan Lapas Muara 1A Padang. Hal ini tampak dari para warga binaan Lapas yang antusias menyerap ilmu yang diberikan oleh narasumber.

Meiliarni berharap, para warga binaan Lapas dapat mengikuti jalannya pelatihan yang diberikan dengan baik sehingga setelah habis masa tahanan bisa mendirikan home industry sabun. “Pelatihan sabun melin ini tidak hanya menghasilkan kreativitas saja tetapi juga bisa menghasilkan wirausaha baru kalau diproduksi secara rumahan atau disuply ke warung kecil juga akan membuat lapangan kerja baru,” tandasnya (RI/ Yusri).

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles