29.5 C
Yogyakarta
Minggu, Juli 12, 2020

Mendikbud Kunjungi Siswa Korban Konvoi Pelajar di Klaten

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

AS Berikan Sanksi pada Anggota Partai Komunis China terkait Penahanan Muslim Uighur

Suara Muhammadiyah – Amerika Serikat pada Kamis (9/7) telah memberlakukan sanksi terhadap salah seorang politisi China, Chen Quangguo, beserta tiga pejabat senior...

Disambut Haru Keluarga, UMY Umumkan Penerima Beasiswa Dokter Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mengumumkan penerima Beasiswa Dokter Muhammadiyah. Pengumuman disampaikan Rektor UMY Dr Gunawan Budiyanto, MP...

Spirit Baru Suara ‘Aisyiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rentang perjalanan yang sangat panjang Aisyiyah bersama Suara Aisyiyah telah menunjukkan jati dirinya sebagai gerakan perempuan Islam...

Idul Adha ala Muhammadiyah di Masa Pandemi Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan Pengajian Umum via Zoom bertema “Idul Adha di Masa Pandemi Covid-19” pada 10 Juli 2020. Pengajian...

Turki Resmi Kembalikan Hagia Sophia sebagai Masjid

ANKARA, Suara Muhammadiyah – Turki telah resmi memutuskan untuk mengembalikan Hagia Sophia, salah satu museum bersejarah di Istanbul Turki, sebagai masjid.
- Advertisement -

KLATEN, Suara Muhammadiyah- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Efendy Kamis (4/5) berkunjung ke SMAN 1 Klaten mengunjungi siswa setempat yang menjadi korban aksi anarkis segerombolan pelajar Selasa sebelumnya. Menteri memberikan catatan merah bagi sekolah yang siswanya melakukan tindakan brutal tersebut.

Rombongan menteri tiba di SMA 1 Klaten sekitar pukul 8.30 WIB, langsung menemui Noufal siswa yang menjadi korban aksi brutal konfoi pelajar tersebut.

“Begitu mendengar Kabar adanya aksi konvoi itu saya langsung agendakan melihat secara langsung yang terjadi di lapangan, ternyata tidak ada korban meninggal seperti yang marak beredar di medsos,” Kata Muhajir. Pihaknya menyayangkan aksi konvoi yang menyebabkan adanya korban ini dan meminta sekolah yang terlibat bertanggung jawab dalam memberikan pembinaan kepada siswanya.

Tidak ada sanksi bagi sekolah yang siswanya terlibat aksi brutal, kita hanya berikan cacatan merah bagi sekolah tersebut sambil menunggu hasil penyelesaian dari Polres Klaten.

Muhajir yang juga Ketua PP Muhammadiyah ini juga menegaskan tidak ada siswa sekolah Muhammadiyah yang melakukan tindakan brutal saat konvoi kemarin.

Sementara itu Nauval siswa kelas XI SMA Negeri I Klaten kepada Mendikbud menceritakan kejadian yang menimpa dirinya dan 11 teman lainnya.

Waktu itu mereka sedang asyik menikmati jajanan di seberang jalan depan sekolah, secara tiba-tiba segerombolan pelajar yang melakukan konvoi menghampiri dan langsung melakukan penyerangan. “Kami tidak melakukan perlawanan, karena posisinya mendadak dan memilih berlari untuk menyelamatkan diri mencari tempat yang aman. Meski demikian dikarenakan tidak siap saya terkena tendangan pula, hingga memar,” ujar Nauval (Paimin JS).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles