24 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 4, 2020

Muhammadiyah Boyolali Kirim 9 Kader Bela Negara

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Haedar Nashir: Revitalisasi Pancasila Jangan Sampai Mengulang Tragedi Masa Lalu

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ada dua peristiwa yang membuat kita kembali mempertanyakan Pancasila: (1) pro-kontra Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila,...

MDMC Luwu Kembali Salurkan Bantuan, Tim Relawan Banjir Bandang Tetap Siaga

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Disaster Manajemen Center) atau Satgas Bencana Muhammadiyah Kabupaten Luwu tiba di Masamba, Kabupaten Luwu Utara di...

Silaturahim dengan PDM, Menko PMK Tinjau Lokasi Banjir Luwu Utara

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan Prof Dr Muhajir Effendi, MAP tiba di Luwu Raya melalui...

Sayembara Business Plan Sociopreneur Cabang & Ranting Muhammadiyah 2020

Suara Muhammadiyah – Sayembara dengan total hadiah puluhan juta rupiah sudah mulai dibuka oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah. Agenda...

Program Kemaslahatan, Lazismu Gorontalo berbagi Daging Qurban di 4 Wilayah

GORONTALO, Suara Muhammadiyah - Tema besar qurban tahun ini adalah qurban untuk ketahanan pangan, yang bertujuan untuk diberikan kepada fakir miskin dan...
- Advertisement -

BOYOLALI, Suara Muhammadiyah-Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Boyolali mengirim 9 orang yaitu Joko Triyanto, Jamhari Harahap, Arif Samudianto, Ulil, Joni Santoso, Fitri NA, Muclis, Agus, Adam Supomo  untuk mengikuti pembentukkan Kader Bela Negara Provinsi Jawa Tengah, yang diselenggarakan oleh Kementrian Pertahanan Republik Indonesia, di asrama haji Donohudan, Boyolali, pada 5-9 Mei 2017.

Acara ini diawali dengan sambutan oleh Bupati Boyolali yang diwakilkan oleh asisten Pemerintahan Fascio, Msi. “Dalan kegiatan Pembentukan Kader Bela negara yang berlangsung 5 hari ini, Bupati Bupati Boyolali mendukung sepenuhnya. Boyolali adalah satu kabupaten yang pertama menyatakan siap membentuk kader Bela Negara. Setelah mengikuti kegiatan 5 hari, kami berharap hal-hal yang baik dibawa dan ditularkan kepada orang-orang terdekat, organisasi masing-masing, RT, RW dan lain sebagainya. Serta yang jelek ditinggalkan. Dan yang terakhir karena Kader Bela Negara yang di bentuk oleh Kemenhan RI dari Pusat sudah ada, kami harap segera di bentuk susunan pengurus sesuai forum yang ada di pusat,” tuturnya.

Kapten Ngatinu anggota TNI Kodim Boyolali selaku Tim Pelatih dalam acara tersebut mengatakan bahwa kader bela negara harus memiliki jiwa nasionalisme dan bertanggung jawab. “Kita sebagai kader bela Negara telah bersepakan dengan Moto, Peduli, Berbuat dan bertanggung jawab. Peduli kepada orang terdekat, peduli kepada lingkungan, peduli kepada diri pribadi, peduli kepada keluarga dan peduli terhadap bangsa dan negara,” paparnya.

Kegiatan bela negara yang dilaksanakan di dalam dan diluar ruangan ini di pimpin dan di sisi oleh pemateri-pemateri yang ahli dibidangnya, para pemateri dan pelatih tersebut berasal dari Kementrian pertahanan Republik Indonesia, Kesbangpol, Kodim, kemendikbud, Polri, BPDB, Bidang pemerintahan Boyolali dan lain-lain.

Boni bandung.Ssos. Bidang pemerintahan boyolali dalam materinya menyampaikan tentang kepemimpinan,”pada dasarnya pemimpin itu dapat di golongkan berdasarkan berbagai jenis kegiatan yaitu kepemimpinan di bidang rohaniah, kepemimpinan di politik, kepemimpinan di bidang militer dan kepemimpinan di bidang managerial”katanya

Kegiatan  ini  diikuti oleh 130 orang perwakilan dari berbagai jenis oraganisasi masyarakan dan perangkat pemerintahan yaitu, Muhammadiyah, NU, LDII, RAPI, Satpol PP, Karangtaruna, Senkom, camat Lurah dan tamu undangan (Joko Triyanto).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles