29.5 C
Yogyakarta
Minggu, Juli 12, 2020

Mendikbud: Aisyiyah Kelola Sekolah PAUD Terbanyak di Indonesia

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

AS Berikan Sanksi pada Anggota Partai Komunis China terkait Penahanan Muslim Uighur

Suara Muhammadiyah – Amerika Serikat pada Kamis (9/7) telah memberlakukan sanksi terhadap salah seorang politisi China, Chen Quangguo, beserta tiga pejabat senior...

Disambut Haru Keluarga, UMY Umumkan Penerima Beasiswa Dokter Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mengumumkan penerima Beasiswa Dokter Muhammadiyah. Pengumuman disampaikan Rektor UMY Dr Gunawan Budiyanto, MP...

Spirit Baru Suara ‘Aisyiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rentang perjalanan yang sangat panjang Aisyiyah bersama Suara Aisyiyah telah menunjukkan jati dirinya sebagai gerakan perempuan Islam...

Idul Adha ala Muhammadiyah di Masa Pandemi Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan Pengajian Umum via Zoom bertema “Idul Adha di Masa Pandemi Covid-19” pada 10 Juli 2020. Pengajian...

Turki Resmi Kembalikan Hagia Sophia sebagai Masjid

ANKARA, Suara Muhammadiyah – Turki telah resmi memutuskan untuk mengembalikan Hagia Sophia, salah satu museum bersejarah di Istanbul Turki, sebagai masjid.
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy mengapresiasi kiprah seabad Aisyiyah. Organisasi perempuan Muhammadiyah yang berdiri pada 19 Mei 1917 itu telah mendedikasikan diri untuk memajukan perempuan Indonesia dalam segala bidang. Konstribusi terbesar Aisyiyah adalah dalam bidang pendidikan, terutama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Kebanyakan TK yang ada di Indonesia dikelola oleh masyarakat. Jauh lebih banyak dibandingkan yang dikelola oleh pemerintah. Masyarakat pengelola Aisyiyah yang paling banyak adalah Aisyiyah,” tuturnya dalam sambutan pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dengan tema “Memajukan Pendidikan Usia Dini untuk Mencerdaskan Generasi Emas Bangsa”, di Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Kamis, 18 Mei 2017.

Sebanyak 20.125 sekolah PAUD yang dikelola Aisyiyah telah menyumbang 25% PAUD yang ada di Indonesia. Semua dedikasi Aisyiyah itu dimaksudkan sebagai wujud memberikan yang terbaik untuk umat dan bangsa dalam rangka memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan anak, kata Mendikbud, dimulai dengan pendidikan perempuan atau ibu itu sendiri. Aisyiyah merupakan salah satu organisasi yang berusaha untuk memberdayakan para perempuan atau para ibu.

“Pendidikan itu dimulai sejak berada dalam kandungan, di janin,” kata Muhadjir. Menurutnya, pendidikan sejak dini dalam perspektif Islam, adalah dimulai sejak dalam kandungan. Kemudian ketika menyusui, hingga fase-fase selanjutnya. Hal ini telah dibuktikan dengan hasil penelitian ilmu pengetahuan kontemporer.

Oleh karena itu, Mendikbud, menyatakan dukungan terhadap upaya Aisyiyah yang menjadikan milad 100 tahun sebagai upaya untuk revitalisasi dan pengembangan pendidikan anak usia dini. Terlebih di tengah kondisi bangsa yang akan segera menyambut era bonus demografi. “Saya kira (acara rembuk nasional) ini awal yang bagus untuk masa depan bangsa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mendikbud juga menyatakan bahwa pendidikan karakter dan nasionalisme juga telah ditanamkan sejak dini sekolah-sekolah yang dikelola oleh Aisyiyah. Tak hanya itu, Muhammadiyah dan Aisyiyah, kata Mendikbud, telah membangun pendidikan inklusif atau berbasis kebhinnekaan. Muhadjir menyebut beberapa lembaga pendidikan Muhammadiyah/Aisyiyah yang mayoritas peserta didiknya adalah non muslim. (Ribas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles