23.5 C
Yogyakarta
Jumat, Agustus 14, 2020

Giatkan Tradisi Tulis, MPI PCM Pekalongan Timur Terbitkan Buletin Mentari

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Pengabdian, Dosen Manajemen UMY dan Warga Bausasran Adakan Penghijauan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sempitnya lahan tidak menyurutkan keinginan warga RW 11 Bausasran Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta untuk menghijaukan wilayahnya.

Asah Kreativitas, PMM UMM Ajari Anak-Anak Seni Kolase

BLITAR, Suara Muhammadiyah - Kelompok Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang melakukan pengabidan masyarakat dengan mengajari anak-anak membuat kolase. Kegiatan...

Dosen FEB UMY Latih Jamaah Pengajian Membuat Kain Shibori

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk kewajiban dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi. Disamping itu pengabdian masyarakat di era...

Semua Siswa Dapat, SMK Mutu Tegal Bagikan Perdana Plus Kuota untuk PJJ

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Bentuk pelayanan selama diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam masa covid 19. SMK MUTU Tegal berikan kartu perdana...

Islam, Alam, dan Tugas Manusia

Alam akan membawa manfaat dan berkah bagi manusia, manakala telah melaksanakan tugasnya terhadap alam, yakni mengembalikan alam ke jalan yang benar. Yakni...
- Advertisement -

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah – Reputasi Muhammadiyah dalam membangun amal usaha memang tak diragukan lagi. Namun,  organisasi Islam modern dengan aset terbesar di dunia itu dinilai belum cukup kaya dengan tradisi tulis, terutama di tingkat daerah dan cabang. Karena itu, Majlis Pustaka dan Informasi (MPI) PCM Pekalongan Timur baru-baru ini membidani terbitnya buletin ‘Mentari’.

Buletin perdana edisi Mei 2017 itu dicetak sebanyak 500 eksemplar dan telah didistribusikan ke segenap kader dan pengurus Muhammadiyah, baik di cabang maupun ranting.  Ini adalah buletin pertama yang berhasil dibuat sepanjang sejarah MPI PCM Pekalongan Timur.

“Penerbitan buletin ini bahkan diamanatkan dalam Muscab Muhammadiyah Pekalongan Timur, 2016 silam dan dipertegas kembali saat Rakercab, April lalu. Artinya, ada espektasi besar agar PCM Pekalongan Timur bisa memiliki buletin rutin sebagai bagian dari sarana dakwah amar makruf nahi munkar,” ungkap Ketua MPI PCM Pekalongan Timur, Muqorobin, Kamis (8/6).

Meski edisi perdana, Buletin Mentari dibuat dengan konten yang menarik dengan tebal 20 halaman. Selain edisi khusus yang memuat Tanfidz Program Kerja PCM Pekalongan Timur, tim redaksi juga menyajikan beberapa kolom lain. Pertama, kolom Mutiara Hikmah, yang pada edisi perdana itu memuat artikel tentang Ramadhan, yakni “Puasa, Mendidik Keinginan”.

Kedua, kolom kabar yang diisi dengan hasil rakercab PCM Pekalongan Timur. Ketiga, kolom SelaksAksara yang memuat cerpen berjudul “Kesalahan yang Menikmatkan”. Pada cover belakang, redaksi juga menampilkan foto berita launching Toko Lana oleh Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad. Sementara di bagian atas ada kutipan petuah KH Ahmad Dahlan disusul kolom iklan tepat di bawahnya.

“Alhamdulillah, respon warga Muhammadiyah sangat bagus terhadap penerbitan Buletin Mentari ini. Mereka memberikan apresiasi, bahwa buletin ini ternyata lebih dari yang mereka harapkan karena kontennya cukup banyak. Ini menjadi tantangan bagi kami di jajaran MPI untuk penerbitan edisi-edisi berikutnya,” terang Muqorobin.

Ketua PCM Pekalongan Timur, Slamet Mahfudh BA, menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras MPI menerbitkan Buletin Mentari. Media persyarikatan itu bahkan berkesempatan diserahkan ke Walikota Pekalongan, H Achamd Alf Arslan Djunaid SE, jajaran Forkompinda serta pejabat teras Pekalongan saat momentum Tarawih Keliling di Masjid Darul Iman PCM Pekalongan Timur, Selasa (6/6) lalu.

“Selain untuk sarana dakwah, Buletin Mentari juga kami harapkan bisa menumbuhkembangkan tradisi tulis di kalangan warga Muhammadiyah. Kami telah menyampaikan Pleno dan Majlis PCM agar mau berkontribusi tulisan untuk keberlangsungan buletin ini. Buletin perdana dengan isi sampai 20 halaman ini sudah luar biasa, sudah seperti majalah, jadi harus dijaga keberlangsungannya,” pesan Slamet. (Saman Saefudin)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles