21.3 C
Yogyakarta
Senin, Juli 13, 2020

Kejayaan Muncul karena Keikhlasan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

AS Berikan Sanksi pada Anggota Partai Komunis China terkait Penahanan Muslim Uighur

Suara Muhammadiyah – Amerika Serikat pada Kamis (9/7) telah memberlakukan sanksi terhadap salah seorang politisi China, Chen Quangguo, beserta tiga pejabat senior...

Disambut Haru Keluarga, UMY Umumkan Penerima Beasiswa Dokter Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mengumumkan penerima Beasiswa Dokter Muhammadiyah. Pengumuman disampaikan Rektor UMY Dr Gunawan Budiyanto, MP...

Spirit Baru Suara ‘Aisyiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rentang perjalanan yang sangat panjang Aisyiyah bersama Suara Aisyiyah telah menunjukkan jati dirinya sebagai gerakan perempuan Islam...

Idul Adha ala Muhammadiyah di Masa Pandemi Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan Pengajian Umum via Zoom bertema “Idul Adha di Masa Pandemi Covid-19” pada 10 Juli 2020. Pengajian...

Turki Resmi Kembalikan Hagia Sophia sebagai Masjid

ANKARA, Suara Muhammadiyah – Turki telah resmi memutuskan untuk mengembalikan Hagia Sophia, salah satu museum bersejarah di Istanbul Turki, sebagai masjid.
- Advertisement -

Judul Buku     : Perempuan-Perempuan Pemburu Surga: Menyibak Rahasia Kejayaan Aisyiyah

Penulis             : Muhammad Ghazali Bagus Ani Putra, PhD

Ukuran             : 15 x 23 cm

Tebal Buku      : xxx, 234 halaman

Cetakan           : I, Januari 2017

Penerbit           : Suara Muhammadiyah


Aisyiyah adalah organisasi perempuan yang didirikan oleh Siti Walidah (Nyai Ahmad Dahlan). Kendati usianya sudah satu abad, Aisyiyah masih terus berkembang. Keberadaan dan kiprahnya menjadi daya tarik penulis buku ini menceritakan pengalaman pribadinya.

Dengan gaya bertutur atau bercerita, penulis menceritakan apa yang dilihat, dirasakan, bahkan yang dialami sejak kecil hingga dewasa. Ia bercerita tentang “Siapakah itu Aisyiyah, yang telah merebut perhatian bundaku dariku? Semua akan kujelaskan tentang dirinya dalam tulisan ini. Inilah Aisyiyah yang menjadi objek kecemburuanku selama ini….” Inilah salah satu sisi menarik buku ini.

Bagaimana pun, membicarakan Aisyiyah tentu tidak bisa lepas dari sejarah berdirinya Muhammadiyah. Dengan dukungan istrinya, Siti Walidah, KH Ahmad Dahlan menggagas dan kemudian mendirikan Aisyiyah pada 27 Rajab 1335 H/19 Mei 1917. Siti Walidah adalah anak dari seorang mufti Yogyakarta. Lahir di kampung Kauman, Yogyakarta, pada 1872. Ibunya, Nyai Mas, seorang pedagang kain batik terkenal di Yogyakarta. Sejak muda, dia telah diberikan pendidikan Islam oleh bapaknya. Setelah menjadi isteri Ahmad Dahlan, dia membantu suaminya berdakwah untuk menjalankan ajaran Islam yang murni. Oleh karena itu, beliau menumpukan perhatian kepada pembangunan perempuan, sehingga membesarkan organisasi Aisyiyah.

Buku ini mengungkap, apa sebenarnya yang menjadikan Aisyiyah bisa dan masih eksis hingga kini? Buku ini menjelaskan bahwa faktor utama kejayaan Aisyiyah adalah paham keagamaannya, di mana Aisyiyah menggunakan pendekatan yang lembut dan moderat terhadap kepentingan masyarakat. Faktor tersebut kemudian didukung oleh prinsip efektivitas, efisiensi, kesesuaian, dan kemampuan keuangan. Kejayaan Aisyiyah sebagai organisasi sosial keagamaan dapat memberikan kebaikan bagi masyarakat, sehingga sangat berpangaruh positif pada perkembangan masyarakat. “Karena ia mampu turun langsung ke lapangan bersama dengan ibu-ibu, dan mempunyai program kerja yang SMART (Spesific, Measureable, Achieveable, Realistic, Time bound), sehingga mudah diterima oleh masyarakat.” (Imron Nasri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles