25 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 4, 2020

IKM Dampingan ‘Aisyiyah Cirebon Ikuti Bimtek Standar Produk Industri

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

UMP Buka Pendaftaran KIP Kuliah, Berikut Syarat dan Tahapannya

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Pendaftaran seleksi Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) bagi peserta didik yang ingin kuliah di Universitas Muhammadiyah...

Unismuh Sukses Wisuda di Masa Pandemi, Inilah Pesan Rektor untuk 1950 Lulusan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Wisuda sarjana dan pascasarjana ke-70 Unismuh Makassar digelar di masa Covid-19 selama empat hari, 4-7 Agustus 2020,dengan delapan...

Membuat Suasana Rumah Menyenangkan bagi Keluarga

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dosen FKIP Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Riana Mashar mengatakan bahwa keluarga yang menyenangkan adalah keluarga yang anggotanya punya...

IAIN Kudus Gandeng MTs Al-Mu’min dalam KKL Online

IAIN Kudus Gandeng MTs Al-Mu’min dalam KKL Online

Muhammadiyah Tegaskan Tak Ikut POP Kemendikbud

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah menegaskan tak mengikuti Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mendikbud memang sempat menyampaikan permintaan agar...
- Advertisement -

CIREBON, Suara Muhammadiyah- Bertempat di Hotel Sultan Raja Cirebon, Industri Kecil Menengah (IKM) dampingan MAMPU ‘Aisyiyah Cirebon mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Penerapan Standar Produk Industri yang diadakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon pada Kamis (27/7). Adapun ketiga desa dampingan MAMPU ‘Aisyiyah Cirebon yang mengikuti kegiatan tersebut di antaranya yaitu Desa Mertasinga, Desa Grogol, serta Desa Ambulu.

Perwakilan MAMPU ‘Aisyiyah Cirebon, Rita Lindrayati menuturkan bahwa dengan mengikuti pelatihan tersebut, para pelaku IKM dampingan ‘Aisyiyah bisa melakukan analisis usaha, mendapatkan informasi mengenai perijinan dan legalitas usaha. Oleh karena itu, ia mengaku bersyukur mengingat IKM dampingan ‘Aisyiyah dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Karena kuota terbatas, Alhamdulillah tiga desa dampingan bisa melengkapi persyaratan yang dibutuhkan sehingga bisa turut hadir di kegiatan ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, diberikan beberapa materi terkait dunia usaha yang diberikan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan tentang keamanan pangan, serta mengenai kesehatan lingkungan di lapangan yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. Selain itu, di waktu yang sama Pemerintah Kabupaten Cirebon juga menyampaikan dukungannya kepada para pelaku IKM yang memenuhi syarat dengan memfasilitasi pembuatan perijinan PIRT, Ijin Halal, serta NISN.

Rita berharap, dengan mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis bagi IKM ini industri dampingan ‘Aisyiyah dapat memproses legalitas produk usahanya sehingga dapat semakin berkembang.

“Harapannya, dengan mengikuti kegiatan ini industri dampingan ‘Aisyiyah dapat memproses legalitas produk usahanya. Dan nantinya usaha mereka bisa semakin berkembang dan dapat bersaing dengan pelaku usaha lain,” pungkasnya (Suri).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles