24.4 C
Yogyakarta
Jumat, September 18, 2020

KKN UAD Dampingi Warga Olah Coklat dan Labu Kuning

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Ihyaul Ulum Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Baru UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Kita sekarang hidup pada era dimana perusahaan taksi terbesar di dunia, tidak memiliki satupun armada taksi (uber, grab,...

Beberapa Daerah di Kalteng Banjir, Muhammadiyah Gerak Cepat Bantu Warga

KATINGAN, Suara Muhammadiyah -  Beberapa Kabupaten di Kalimantan Tengah dilanda banjir, antara lain kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan dan Lamandau. Intensitas hujan...

Menggugah Semangat Ta’awun di Kala Pandemi

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ta’awun adalah bagian dari spirit Muhammadiyah. Spirit inilah yang menjadi penguat bagi Muhammadiyah untuk terus bergerak memberikan kontribusi...

Sambangi Siswa, Guru SD Muhammadiyah Girinyono Bantu Belajar di Rumah

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Pandemi Covid-19 membuat proses pembelajaran dilaksanakan melalui daring. Tidak sedikit kendala yang dialami ketika melaksanakan daring. Mulai...

‘Aisyiyah Probolinggo Bareng Dinas Pertanian Latih Penanaman Holtikultura

PROBOLINGGO, Suara Muhammadiyah - Tidak bisa diprediksi kapan pandemi covid ’19 akan berakhir. Berdampak kepada perekonomian keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
- Advertisement -

GUNUNG KIDUL, Suara Muhammadiyah-Dua lokasi KKN PPM UAD dikunjungi oleh Wakil Rektor 4 Prof Sarbiran, PhD. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai kegiatan rutin untuk mengawal proses pengabdian yang dilakukan oleh dosen UAD.

Lokasi yang pertama dikunjungi bertempat di desa Ngoro-Ngoro, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul. Pengabdian ini diusung oleh Isana Arum Primasari, MT. dengan tema “Menciptakan Kemandirian Dusun Melalui Pengolahan Cokelat Dengan Diversifikasi Pangan Lokal”. Pengabdian ini didasari oleh melimpahnya hasil bumi berupa coklat namun petani coklat belum merasakan sejahtera dari hasil yang telah ditanam. Oleh karena itu, Isana Arum bersama mahasiswa yang KKN melakukan pelatihan pengolahan coklat agar menambah nilai ekonomi.

Saat kunjungan Wakil Rektor 4 diadakan gelar produk dari cokelat. Ada  8 produk yaitu brownis cokelat, cookies coklat, masker coklat, wedang seruni, permen cokelat, rengginan coklat, teh celup daun cokelat, cricok (criping ketel cokelat). Selain gelar produk juga diadakan lomba olahan makan berbahan singkong dan minuman tradisional.

Isana Arum Primasari selaku tim pengusung dalam sambutanya mengatakan. “pelatihan pengolahan dari biji hingga bubuk dan pasta oleh Bapak Paryanto dari dusun Gambiran untuk mahasiswa. Semua dusun telah memiliki PIRT tinggal branding. Tidak hanya itu KKN juga menyelenggarakan festival anak sholeh dan lomba gerak dan lagu”.

Dalam acara gelar produk tersebut juga hadir sekcam Patuk, Muhammad Farid. Beliau menyampaikan  terimakasih kepada KKN UAD yang telah meningkatkan dan mengembangkan potensi yang ada di wilayah Patuk. Masih banyak potensial lain yang bisa dikembangkan. Kemudian beliau berharap kedepannya masih bisa bekerjasama lagi.

Prof Sarbiran menambahkan dalam sambutanya, “Di daerah Patuk yang menjadi unggulan adalah coklat sehingga kita harus mengoptimalkan. Daerah Patuk ini menjadi salah satu inspirasi saya bahwa UAD belum ada fakultas pertanian. Terima kasih kepada bapak ibu yangg telah menizinkan mahasiswa UAD untuk KKN”. Dalam acara tersebut juga diumumkan pemenang pertandingan tonnis, lomba festival anak sholeh serta dilakukan penyerahan hadiahnya. Olahan Labu Kuning

Selesai acara di Patuk, Rombongan Wakil Rektor 4 melanjutkan perjalanan ke desa Wonolelo, Pleret, Bantul. KKN PPM di Pleret diusung oleh tim yang diketuai oleh Iis Wahyuningsih dengan tema, “Pemberdayaan perempuan mengangkat potensi lokal melalui diversivikasi produk olahan buah labu kuning sebagai pangan fungsional”.

Mahasiswa KKN bersama warga mengolah labu kuning menjadi berbagai macam olahan seperti jamu, sirup, selai, mie waluh, stik waluh, biscuit waluh, kuaci dari biji waluh, tepung waluh, pupuk tanaman dri sisa kulit waluh.

Tidak hanya mengolah, mahasiswa juga melakukan pendampingan mulai dari pengemasan, pemberian harga, dan pemasaran. Kata bu Iis selaku tim pengusung bahwa konsep yang digunakan adalah zerowaste sehingga seluruh bagian waluh dapat digunakan mulai dari kulit hingga bijinya.

Dalam sambutannya Kaur desa Wonolelo, Tri Baskorowati mengapresiasi terhadap mahasiswa KKN UAD dalam pemberdayaan perempuan untuk pengolahan labu kuning, harapannya hasil dari kkn akan tetap berlanjut setelah mahasiswa ditarik.

Adapun Prof Sarbiran mengungkapkan sangat mendorong kegiatan pemberdayaan dengan mengolah labu kuning, dan apa yang telah diterima warga bisa terus ditindak lanjuti, mulai dari sedikit asal tekun akan berkembang dan menjadi lebih baik lagi. (AM)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles