22.6 C
Yogyakarta
Rabu, Agustus 5, 2020

SMP Muhammadiyah Jono Kembangkan Ekonomi Kreatif Budidaya Jamur

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Haedar Nashir: Revitalisasi Pancasila Jangan Sampai Mengulang Tragedi Masa Lalu

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ada dua peristiwa yang membuat kita kembali mempertanyakan Pancasila: (1) pro-kontra Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila,...

MDMC Luwu Kembali Salurkan Bantuan, Tim Relawan Banjir Bandang Tetap Siaga

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Disaster Manajemen Center) atau Satgas Bencana Muhammadiyah Kabupaten Luwu tiba di Masamba, Kabupaten Luwu Utara di...

Silaturahim dengan PDM, Menko PMK Tinjau Lokasi Banjir Luwu Utara

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan Prof Dr Muhajir Effendi, MAP tiba di Luwu Raya melalui...

Sayembara Business Plan Sociopreneur Cabang & Ranting Muhammadiyah 2020

Suara Muhammadiyah – Sayembara dengan total hadiah puluhan juta rupiah sudah mulai dibuka oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah. Agenda...

Program Kemaslahatan, Lazismu Gorontalo berbagi Daging Qurban di 4 Wilayah

GORONTALO, Suara Muhammadiyah - Tema besar qurban tahun ini adalah qurban untuk ketahanan pangan, yang bertujuan untuk diberikan kepada fakir miskin dan...
- Advertisement -

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah-Kemandirian suatu lembaga pendidikan dalam mengelola proses pendidikan harus diusahakan agar mengatur aktivitasnya secara independen dan mandiri tentunya. Sehingga sebagai salah satu bentuk rintisan kemandirian tersebut, Sekolah Inovatif SMP Muhammadiyah Jono Bayan Purworejo merintis Amal Usaha Bidang Ekonomi dengan membudidayakan jamur tiram. Dipilihnya produk semacam ini dikarenakan pasarnya masih terbuka lebar dengan sarana prasarana yang dibutuhkan tidak terlalu rumit.

Disampaikan Akhmad M. Koordinator Program bahwasanya kegiatan yang dirintis untuk menjadi amal usaha bidang ekonomi ini dirintis untuk menjadi wadah kewirausahaan yang tidak hanya mengedepankan keuntungan semata. Tetapi diharapkan dapat menjadi wadah pelatihan siswa-siswi dalam berwirausaha sejak dini.

“Usaha Jamur Tiram ini kami bentuk dalam konsep Sociopreneurship yang mana harapannya menjadi study center bagi siswa guru serta masyarakat lingkungan sekitar terkait jamur tiram. Tidak hanya keuntungan yang kita cari, melainkan nilai sosial silaturahmi yang ingin kita kembangkan melalui usaha ini,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya usaha ini memanfaatkan ruang-ruang yang belum termanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar yang dibentuk dalam rak-rak bambu ditumpuki baglog-baglog tempat jamur tiram tumbuh dan sebagai starter awal diadakan 200 buah baglog yang kemudian dikembangkan hingga 1000 buah baglog. Siswa-siswi juga telah dilatih untuk proses pembuatan media jamur dari mulai menangkar serbuk gergaji yang menjadi media tumbuh jamur hingga memasukkan bibit jamur yang mana dalam pelatihan ini bekerja sama dengan petani jamur yang berada di Desa Sucen Jurutengah Bayan Purworejo.

“Ini merupakan salah bentuk ekonomi kreatif yang inovatif sesuai dengan label sekolah yakni sekolah inovatif. Sangat bagus untuk terus dikembangkan ke depannya”ujar H Tamsir Utomo, MM. Pengawas Sekolah Menengah dalam salah satu kunjungan pengawasannya ke lembaga pendidikan ini.

Rencana ke depan tidak hanya mengembangkan jamur tiram saja tetapi akan dilanjutkan dengan peternakan cacing merah organik yang mana memanfaatkan sisa daripada baglog jamur yang sudah tidak produktif lagi.

“Ke depan kita dari modal awal pembelian media tanam jamur ini akan dilanjutkan semacam konsep pertanian terpadu yang mana zero wash tidak ada yang terbuang sia-sia. Sisa baglog akan dikembangkan menjadi media tumbuh cacing organik yang selanjutnya dari sisa cacing organik akan dilanjutkan untuk dibuat kompos. Dari kompos yang ada akan dikembangkan bertanam sayur-sayuran yang mana nantinya akan dimanfaatkan bagi siswa guru karyawan dan masyarakat sekitar sekolah tentunya,”papar Akhmad M.

Selama pengadaan media jamur bekerjasama dengan Panti Asuhan Yatim dan Tunanetra Muhammadiyah Plaosan Purworejo. “Program ekonomi kreatif ini merupakan salah satu cabang dari program Innovative corp yang dicanangkan sekolah dalam rangka memberdayakan kompetensi yang ada guna meningkatkan daya saing lembaga baik secara ekonomi maupun juga sebagai ajang mempromosikan lembaga pendidikan ini kepada masyarakat sekitar,”pungkas Suharti, S.Pd.,MM.Pd. Kepala Sekolah. (Akhmad)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles