25 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 4, 2020

Haedar Nashir Semangati para Dahlan Muda

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

UMP Buka Pendaftaran KIP Kuliah, Berikut Syarat dan Tahapannya

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Pendaftaran seleksi Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) bagi peserta didik yang ingin kuliah di Universitas Muhammadiyah...

Unismuh Sukses Wisuda di Masa Pandemi, Inilah Pesan Rektor untuk 1950 Lulusan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Wisuda sarjana dan pascasarjana ke-70 Unismuh Makassar digelar di masa Covid-19 selama empat hari, 4-7 Agustus 2020,dengan delapan...

Membuat Suasana Rumah Menyenangkan bagi Keluarga

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dosen FKIP Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Riana Mashar mengatakan bahwa keluarga yang menyenangkan adalah keluarga yang anggotanya punya...

IAIN Kudus Gandeng MTs Al-Mu’min dalam KKL Online

IAIN Kudus Gandeng MTs Al-Mu’min dalam KKL Online

Muhammadiyah Tegaskan Tak Ikut POP Kemendikbud

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah menegaskan tak mengikuti Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mendikbud memang sempat menyampaikan permintaan agar...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah–Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, hadir dalam acara Resepsi Milad 99 Tahun Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (11/12). Dalam kesempatan itu, Haedar memberikan wejangan dan memotivasi para santri yang disebutnya sebagai penerus pembaharuan dan pemikiran di Muhammadiyah.

“Kalian adalah Dahlan-Dahlan muda!” ujar Haedar dalam suatu bagian. Menurutnya, para santri sekolah kader Muhammadiyah ini memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan perjuangan Kiai Haji Ahmad Dahlan. Oleh karena itu, meneladani sosok Kiai Dahlan dalam pemikiran dan tindakan merupakan sebuah keharusan.

Haedar mengatakan, tantangan perkembangan generasi milenial atau yang saat ini populer dengan sebutan “Kids Zaman Now” sangatlah beragam, dinamis dan penuh tantangan. “Saat ini kita telah memasuki fase kehidupan post modern, bukan lagi modern. Dengan itu, maka kita akan mengenal beragam pemikiran yang luar biasa,” tuturnya.

Para siswa Mu’allimin, kata Haedar, jangan terjebak hanya pada satu alam pemikiran yang kaku dan kolot. Apalagi mengabsolutkan pemikiran masa lampau yang jauh dari alam pikiran Muhammadiyah yang berkemajuan dan berorientasi pembaharuan. “Dengan  memahami beragam pemikiran, maka anda akan menjadi kader yang berwawasan luas, dengan itu kader Mu’allimin akan menjadi ulil albab yang mampu memilih pemikiran dengan spektrum yang luas,” katanya.

Haedar berpesan agar generasi saat ini tidak menjadi generasi yang gagap teknologi dan perubahan zaman. “Generasi saat ini harus menguasai IPTEK, tetapi perlu diingat IPTEK hanyalah instrument. Dengan otak yang besar, dan hati yang jernih, Anda harus menguasai dan memanfaatkan IPTEK untuk kemaslahatan hidup umat,” ungkapnya. Sehingga tidak menjadi manusia yang dikendalikan oleh teknologi dan kehilangan nilai-nilai.

Di milad ke-99, Haedar berharap Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta tetap menjadi pusat pendidikan Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan, baik secara akademik maupun dalam hal sistem penyelenggaraan pendidikan. “Mu’allimin harus mereformasi diri ke arah yang lebih baik di usianya yang hampir 1 abad ini,” jelas Haedar. (Ribas/adm/foto:humas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles