25 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 4, 2020

PP Muhammadiyah Kunjungi PCIM Taiwan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

UMP Buka Pendaftaran KIP Kuliah, Berikut Syarat dan Tahapannya

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Pendaftaran seleksi Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) bagi peserta didik yang ingin kuliah di Universitas Muhammadiyah...

Unismuh Sukses Wisuda di Masa Pandemi, Inilah Pesan Rektor untuk 1950 Lulusan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Wisuda sarjana dan pascasarjana ke-70 Unismuh Makassar digelar di masa Covid-19 selama empat hari, 4-7 Agustus 2020,dengan delapan...

Membuat Suasana Rumah Menyenangkan bagi Keluarga

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dosen FKIP Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Riana Mashar mengatakan bahwa keluarga yang menyenangkan adalah keluarga yang anggotanya punya...

IAIN Kudus Gandeng MTs Al-Mu’min dalam KKL Online

IAIN Kudus Gandeng MTs Al-Mu’min dalam KKL Online

Muhammadiyah Tegaskan Tak Ikut POP Kemendikbud

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah menegaskan tak mengikuti Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mendikbud memang sempat menyampaikan permintaan agar...
- Advertisement -

TAIWAN, Suara Muhammadiyah– Keberadaan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan Aisiyah (PCIM/PCIA) yang ada di luar negeri sangat mendorong proses internasionalisasi Muhammadiyah, yang merupakan amanat Muktamar 47 Makassar. Hal ini disampaikan Prof Dr Suyatno Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah saat berkunjung dengan PCIM/PCIA Taiwan di masjid Agung (Grand Mosque) Taipe, Ahad (10/12). “Oleh karena itu, semua warga Muhammadiyah di manapun berada, apapun profesinya, dapat mendukung gerakan dakwah Muhammadiyah,” serunya.

Saat ini, Suyatno melanjutkan, cabang istimewa Muhammadiyah sudah tersebar banyak di berbagai negara, seperti Australia, Inggris, Mesir, dan sebagainya, yang jumahnya sudah mencapai 32 cabang istimewa. “Bahkan kita sudah merintis amal usaha di luar negeri. Kita punya PAUD di Mesir. Kita juga sedang proses membeli 10 hektar lahan di Melbourne (Australia) untuk membangun sekolah di sana,” papar rektor Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka Jakarta yang juga Ketua Forum Rektor Indonesia.

Pertemuan tersebut, dihadiri puluhan warga Muhammadiyah di Taiwan dan delegasi Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah.

Taiwan (2)

Dalam kesempatan yang baik itu, Ahmad Syauqi mewakili PCIM/PCIA Taiwan lebih banyak memaparkan beragam kegiatan dan program yang mereka lakukan di bumi Formosa (sebutan Taiwan). Seperti program kelas iqra’ dan Al-Quran bagi warga Indonesia di Taiwan, clinic all in one, pelatihan kewirausahaan dan jurnalistik bagi buruh migran Indonesia, dan kegiatan Radio Surya Formosa yang mereka kelola.

“Minggu depan kami akan meluncurkan Pusat Kegiatan Belajar Muhammadiyah (PKBM). Di sini ada ribuan mahasiswa dan ratusan ribu buruh migran Indonesia. Karenanya kami  terus meningkatkan (kualitas dan kuantitas) amal usaha Muhammdiyah di Taiwan ini,” ujar Syauqi.

Sementara itu, Ketua Majelis Diktilitbang PPM Prof Dr Lincolin Arsyad menyatakan harapannya agar para warga Muhammadiyah di Taiwan, khususnya yang sedang menempuh pendidikan, dapat mendukung pemgembangan SDM di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). “Silahkan yang belum punya home base bisa kembali (ke Indonesia) dan mengajar di PTM,” pesan Lincolin. (Edy/gsh).


Mengnai sepak terjang PCIM Taiwan, Suara Muhammadiyah telah menerbitkan buku “Mengenal Sang Surya di Bumi Formosa (Bunga Rampai PCIM Taiwan). Pemesanan Silahkan Hubungi Toko Suara Muhammadiyah

Telpon (0274) 376955

SMS/WA 081 904 182 008/ 088 828 324 80

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles