24.2 C
Yogyakarta
Selasa, September 22, 2020

Buya Syafii Jadi Penerjemah Siswa Turki

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Berdayakan Potensi Kader, NA Solo Garap Lumbung Ketahanan Pangan

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pandemi covid-19 yang tak kunjung berakhir dan cenderung makin signifikan pertambahan jumlah pasien yang positif. Konsekuensinya adalah banyak...

LLHPB ‘Aisyiyah DIY: Perhatikan Ketahanan Tubuh dan Gizi Anak Era Pendemi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Webinar Seri 3 Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY dengan tema Edukasi...

Kenaikan Tarif Cukai 30% Hasil Tembakau Untuk Mendukung Pencapaian Target RPJMN Indonesia

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada 21 September 2020, Center of Human and Economic Development ITB Ahmad Dahlan Jakarta menyelenggarakan konferensi pers untuk...

Pernyataan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tentang Penanganan Pandemi Covid-19

PERNYATAAN PERS PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH NOMOR 20/PER/I.0/H/2020 TENTANG PENANGANAN PANDEMI COVID-19

Pernyataan Pers PP Muhammadiyah: Minta Presiden Pimpin Penanganan Covid-19, Tunda RUU Ciptaker, hingga Tinjau Kembali Pilkada

Pernyataan Pers Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 20/Per/I.0/H/2020 Tentang Penanganan Pandemi Covid-19 Sudah lebih dari enam bulan, bangsa Indonesia...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Sesaat setelah berzikir, sosok sepuh itu bangkit dari kursi yang dipakainya untuk shalat. Melangkah perlahan menuju mihrab. Dilewatinya beberapa jamaah laki-laki. Para jamaah mulai mendongakkan wajah. Setelah menengok kiri dan kanan memastikan semua telah menuntaskan ibadah, diambilnya microphone clip yang biasa dipakai imam.

Di hadapan jamaah shalat Magrib, pria itu, Ahmad Syafii Maarif memberitahukan ada beberapa siswa dari Turki sedang berada di masjid Nogotirto itu. Mereka adalah tamu, yang sedang melaksanakan program pertukaran pelajar dengan Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Jamaah sekitar sudah hafal, sosok tetua yang sangat dikenali ini sering meminta tamu-tamu penting untuk membagi ilmu dan pengalaman di hadapan jamaah. Meskipun hanya sejenak.

Malam itu, 12 siswa Turki itu berkunjung ke rumah Buya Syafii sebagai salah satu rangkaian kegiatan selama di Yogyakarta. Lumrahnya, tokoh bangsa ini sering menerima tamu di rumah atau di masjid tersebut. Semua tamunya diperlakukan sama. Begitulah keseharian sosok Pemimpin Umum Suara Muhammadiyah ini. Masjid tersebut tak bisa dilepaskan dari aktivitasnya, lebih dari sekadar shalat berjamaah.

“Hari ini,  kita kedatangan pelajar dari Turki,  sebanyak 12 orang,  dan mereka hadir di sini sebagai bagian dari program pertukaran pelajar antara siswa Turki dengan Muallimin Yogyakarta.  Oleh karena itu,  salah satu di antara mereka kita minta untuk menjadi pembicara,  dan Insyaallah saya siap menjadi penerjemahnya,” tutur Buya.

Salah seorang perwakilan siswa pun maju dan dipersilahkan menuju podium. Sementara Buya Syafii tetap berdiri di samping kirinya. Dalam kultum itu, Buya menjalankan perannya sebagai penerjemah dengan baik. Menjembatani perbedaan bahasa para siswa Turki dengan para jamaah shalat Magrib Masjid Nogotirto. Di kalangan jamaah, tentu ada sebagian yang sebenarnya menguasai bahasa Inggris. Warga sekitar tergolong berpendidikan.

Namun, selain karena tamunya dan karena Buya adalah sesepuh takmir masjid setempat, Buya juga sebenarnya sudah sangat terbiasa menjadi penerjemah. Sejak awal mula berkarir sebagai wartawan Suara Muhammadiyah, –setelah lulus dari Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah dan sebelum melanjutkan studi ke Amerika Serikat– Buya Syafii muda telah menjadi penerjemah karya-karya pemikir dan intelektual dunia. Sambil menerjemah, Buya melahap gagasan-gagasan kritis yang kelak ikut mewarnai cakrawala pemikirannya. Di UNY sendiri, Buya sempat mengajar bahasa Inggris, di sela-sela dedikasinya pada bidang sejarah. Tak pelak, di mata Buya Syafii, ‘Bahasa adalah kunci.’ (Ribas/D)

- Advertisement -

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles