33 C
Yogyakarta
Sabtu, Agustus 15, 2020

Filantropi Islam, Perdamaian dan Keadilan Sosial

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Peran Muhammadiyah dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam ranah kemerdekaan, ada beberapa persoalan history (sejarah) yang perlu diangkat kembali. Tentang bagaimana proses berdirinya Negara Kesatuan...

Menjadi Super Tendik di Kala Pandemi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Memasuki era New Normal, Sabtu (15/8), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY mengadakan kegiatan Pelatihan...

Lazismu Medan Gelar Aksi Kemanusiaan Erupsi Sinabung

KARO, Suara Muhammadiyah - Erupsi Sinabung terus berlanjut dalam pekan ini. Kerugian akibat hancurnya lahan pertanian diperkirakan mencapai Rp 41 miliar lebih....

UMSU Gelar Parade Qori dan Qoriah Terbaik Lintas Generasi

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara menyambut  Hari Ulang Tahun ke 75 Kemerdekaan RI dan  Tahun Baru Islam, Muharram 1442 Hijriah...

Mengembangkan Sekolah Muhammadiyah Harus Pada Niat

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mengembangkan sekolah Muhammadiyah harus memiliki niat. Kepala Sekolah Muhammadiyah harus memiliki visi misi dan tujuan harus jelas.
- Advertisement -

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Filantropi dalam khazanah Islam merupakan salah satu upaya menjawab tantangan dan masalah sosial seperti kemiskinan dan kesenjangan sosial. Mulai dari zakat, infaq, sedekah, hingga wakaf  dipandang tidak hanya akan menjadi instrumen menyelesaikan dua persoalan tersebut tetapi juga akan mendorong perdamaian (peace) dan keadilan (justice).

MAARIF Institute for Culture and Humanity menyelenggarakan Seminar Hasil Riset Maarif Fellowship 2017 di Aula AR. Fachrudin FEB UHAMKA, Rabu, (11/4). Program tesebut mengangkat tema ”Islamic Philantrophy and Sustainable Development Goals (SDGs) Program for Peace and Justice”. Perdamaian dan keadilan menjadi salah satu dari 17 tujuan program pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Ketua Badan Pengurus Lazismu, Hilman Latif, PhD dalam keynote speech menyatakan distrubusi zakat, infaq dan sedekah tidak sekedar mampu mengurangi  kesenjangan ekonomi masyarakat tetapi turut mendorong perdamaian. “LazisMU sebagai lembaga filantropi akan mendorong implementasi program SDGs. Salah satunya dimulai dengan mendorong kajian-kajian empirik pada isu ini bersama MAARIF Institute” kata Hilman.

Penyataan senada disampaikan oleh Direktur MAARIF Institute, Muh. Abdullah Darraz. Ia mengatakan banyak riset yang memperlihatkan kemiskinan dan ketidakadilan sebagai faktor suburnya radikalisme dan terorisme. “Melalui Program MAARIF Fellowship, MAARIF Institute menggali potensi peran filantropi dalam membantu upaya moderasi dan pemberdayaan ekonomi bagi kalangan rentan, salah satunya keluarga narapidana terorisme” tuturnya.

Darraz melanjutkan, saat ini penting mengangkat tema Filantropi Islam, Perdamaian dan Keadilan Sosial. “Termasuk lembaga filantropi dari kalangan moderat untuk membantu keluarga napiter (napi teoris-red). Mereka perlu dirangkul, bukan dijauhi”, terangnya.

Penyaji hasil riset disampaikan oleh MK Ridwan (IAIN Salatiga) dan Naomi Resti Anditya (UGM), Narasumber Pembanding disampaikan oleh Dr. Ai Fatimah Nur Fuad, Lc (Dosen FAI Uhamka) dan Robi Sugara, M.Sc (Direktur Eksekutif Indonesia Muslim Crisis Center). Tahun ini merupakan kali ketiga penyelenggaraan program MAARIF Fellowship.

Program ini dibuka pada pertengahan tahun 2017 dan proses berujung dengan merilis hasil riset yang telah dilakukan pada 2018. Melalui proses seleksi ketat, 59 pendaftar dari berbagai universitas di Indonesia tersaring menjadi 6 orang. Mereka mendapatkan bantuan dana untuk melakukan penelitian sebagaimana topik yang mereka ajukan.(rizq)

- Advertisement -

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles