23.2 C
Yogyakarta
Senin, Agustus 10, 2020

Pidato Kebangsaan, Haedar Nashir: Merah Putih Hitamnya Umat dan Bangsa Tergantung Pemimpinnya

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Lazismu Medan Jaring Milenial Berdayakan UMKM

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Pembinaan UMKM menjadi demikian ditengah hawa resesi yang semakin panas. UMKM memiliki dayatahan dalam menghadapi guncangan ekonomi. Hal itu...

Uji Kompetensi 14 Skema LSP UMP Bersama BNSP

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Muhammadiyah Purwokerto tengah melakukan penambahan ruang lingkup LSP. Hal in ditandai...

Peduli UMKM di Saat Pandemi, KKN 117 UMY Kembangkan Potensi Batik Trisno Idaman

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Tim 117 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengabdian masyarakat di Batik Trisno Idaman.  Sebuah...

UMSU Dampingi Peningkatan Kualitas Ponpes Kwala Madu

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berkomitmen mendamping pengelolaan dan pengembangan pendidikan pesantren modern Kwala Madu, Langkat.

Mencegah Cyber Bullying Dimulai dari Keluarga

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perkembangan internet yang semakin cepat dan meluas memunculkan berbagai dampak, tidak hanya positif tetapi juga negatif. Salah satu...
- Advertisement -

MALANG, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan negara dan pemerintah harus benar-benar berdaulat termasuk dari hegemoni politik oligarki. Indonesia harus menjadi milik semua, jangan menjadi segelintir orang atau kelompok tertentu.

“Di sinilah pentingnya para pemimpin bangsa yang tercerahkan akal-budi dan peran kebangsaannya. Kata pepatah Italy ‘Ikan busuk dimulai dari kepala,’  Betapa penting posisi dan peran para pemimpin di negeri dan umat mana pun,” kata Haedar dalam Pidato Kebangsaan yang disampaikan di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ahad (12/8).

Menurut Haedar, merah putih dan hitamnya umat dan bangsa tergantung pemimpinnya. Pemimpin itu jantung dan kepala dari tubuh manusia. Jika pemimpin itu baik, maka baiklah umat dan bangsa. “Sebaliknya nasib umat dan  bangsa akan nestapa manakala para pemimpinnya berperangai dan bertindak buruk, hianat, dan tidak konsisten pada nilai dan kenegarawanan. Padahal yang dipertaruhkan adalah nasib manusia jutaan warga Indonesia dengan segala nasibnya.”

Dalam kesempatan itu hadir Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Rektor UMM Fauzan. Selain itu, di hadapan pimpinan persyarikatan, tokoh lintas agama, serta ribuan warga Muhammadiyah yang hadir, Haedar menyampaikan Pidato Kebangsaan bertajuk “Meneguhkan Nilai-nilai Kebangsaan yang Berkemajuan Menyongsong Indonesia Emas.”

Haedar percaya di Republik ini masih banyak elite dan warga bangsa yang masih jernih hati, pikiran, dan tindakannya untuk membangun Indonesia yang berkemajuan berdiri tegak di atas nilai-nilai luhur bangsa. “Maka saatnya energi positif ruhaniah dan kecerdasan akal-budi para pemimpin dan bangsa Indonesia kita titipkan amanah untuk mengisi kemerdekaan 73 tahun Indonesia merdeka.”

Para pemimpin itu, masih menurut Haedar, sejatinya memiliki kemuliaan posisi dan peran dalam membawa nasib umat dan bangsanya menuju tangga kemajuan. “Disinilah pentingnya para pemimpin yang ikhlas, jujur, dan mau konsisten pada nilai-nilai kehidupan bangsa,” ungkapnya.(Rizq)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles