23.5 C
Yogyakarta
Jumat, Agustus 14, 2020

Kader Muhammadiyah Dituntut Memiliki Semangat Gotong Royong untuk Membangun Negeri

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Pengabdian, Dosen Manajemen UMY dan Warga Bausasran Adakan Penghijauan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sempitnya lahan tidak menyurutkan keinginan warga RW 11 Bausasran Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta untuk menghijaukan wilayahnya.

Asah Kreativitas, PMM UMM Ajari Anak-Anak Seni Kolase

BLITAR, Suara Muhammadiyah - Kelompok Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang melakukan pengabidan masyarakat dengan mengajari anak-anak membuat kolase. Kegiatan...

Dosen FEB UMY Latih Jamaah Pengajian Membuat Kain Shibori

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk kewajiban dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi. Disamping itu pengabdian masyarakat di era...

Semua Siswa Dapat, SMK Mutu Tegal Bagikan Perdana Plus Kuota untuk PJJ

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Bentuk pelayanan selama diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam masa covid 19. SMK MUTU Tegal berikan kartu perdana...

Islam, Alam, dan Tugas Manusia

Alam akan membawa manfaat dan berkah bagi manusia, manakala telah melaksanakan tugasnya terhadap alam, yakni mengembalikan alam ke jalan yang benar. Yakni...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Saat ini negara kita baru dilanda berbagai masalah cukup serius. Pertama, masalah karena bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia yang memerlukan uluran tangan kita. Yang kedua, masalah yang timbul akibat situasi, perkembangan dan gesekan sosial kemasyarakatan bahkan politik akhir-akhir ini.

Demikian pernyataan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Agung Danarta MAg dalam amanat yang disampaikannya pada upacara Milad Muhammadiyah ke-106 di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Ahad (18/11/18).

Lebih lanjut Agung mengatakan bahwa berbagai fenomena sosial yang dewasa ini sering muncul adalah begitu mudahnya satu kelompok mendiskreditkan kelompok lainnya. Saling menghargai dan mengakui prestasi yang dicapai pihak lain kini kian luntur. Perilaku umum yang kian mengemuka adalah sifat-sifat individualistik yang semakin masif, saling merendahkan, dan melecehkan satu kelompok kepada kelompok lainnya. Dalam konteks kehidupan sebagai sebuah bangsa, maka sesungguhnya fenomena tersebut sangat membahayakan.

“Dengan berbagai keberhasilan yang telah dicapai oleh Muhammadiyah baik dalam bidang pendidikan maupun kemanusiaan, maka pada Milad Muhammadiyah yang ke-106 ini kita akan terus melejitkan ghirah atau semangat gotong royong (ta’awun) kita dalam upaya ikut membangun bangsa kita menuju masyarakat yang semakin berkemajuan. Dan potensi itu juga ada pada anak-anak Mu’allimin sebagai calon-calon kader pemimpin masa depan,” tegas Agung yang disambut dengan tepuk tangan meriah oleh ribuan peserta upacara.

Sementara itu direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta H Aly Aulia Lc MHum dalam sambutannya menegaskan bahwa di usianya yang ke-106 kali ini, Muhammadiyah telah memiliki empat syarat ideal sebagai gerakan dakwah sebagaimana yang tersirat dalam Al Qur’an, ayat 104.

“Pertama, memiliki jamaah yang kian besar dan tersebar di seluruh penjuru dunia. Kedua, memiliki tujuan yang mulia, yakni untuk menciptakan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Ketiga, memiliki gerak langkah yang progresif untuk kemaslahatan umat. Dan terakhir, memiliki sistem kepemimpinan yang terus ditata secara baik untuk keberlangsungan gerakan dakwah Islamiyahnya.”

Secara khusus, Aly menyatakan para tokoh bangsa masa lalu seperti KH Ahmad Dahlan, Siti Walidah, Kasman Singodimedjo, dan tokoh nasional lainnya adalah bukti nyata bahwa Muhammadiyah terus berkontribusi terhadap kemajuan negara kita, karena mereka lahir dari gerakan Muhammadiyah.

“Kini saatnya anak-anak sekalian harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menjadi warga negara dan warga persyarikatan yang mampu berkontribusi positif bagi kemajuan dan perkembangan umat,” pesan Aly di akhir sambutannya.

Upacara Milad Muhammadiyah ke-106 di Mu’allimin diikuti oleh seluruh guru, karyawan, dan ribuan santri madrasah tertua di Indonesia itu di tengah-tengah pelaksanaan penilaian tengah semester (PAS) serta rangkaian kegiatan Milad 1 Abad Mu’allimin. (HN)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles