33 C
Yogyakarta
Sabtu, Agustus 15, 2020

Bukan Festival Kuliner Biasa, SD Muhammadiyah Kemiri Ajarkan Adab Jual Beli

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Peran Muhammadiyah dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam ranah kemerdekaan, ada beberapa persoalan history (sejarah) yang perlu diangkat kembali. Tentang bagaimana proses berdirinya Negara Kesatuan...

Menjadi Super Tendik di Kala Pandemi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Memasuki era New Normal, Sabtu (15/8), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY mengadakan kegiatan Pelatihan...

Lazismu Medan Gelar Aksi Kemanusiaan Erupsi Sinabung

KARO, Suara Muhammadiyah - Erupsi Sinabung terus berlanjut dalam pekan ini. Kerugian akibat hancurnya lahan pertanian diperkirakan mencapai Rp 41 miliar lebih....

UMSU Gelar Parade Qori dan Qoriah Terbaik Lintas Generasi

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara menyambut  Hari Ulang Tahun ke 75 Kemerdekaan RI dan  Tahun Baru Islam, Muharram 1442 Hijriah...

Mengembangkan Sekolah Muhammadiyah Harus Pada Niat

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mengembangkan sekolah Muhammadiyah harus memiliki niat. Kepala Sekolah Muhammadiyah harus memiliki visi misi dan tujuan harus jelas.
- Advertisement -

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Mengisi kegiatan pasca penilaian akhir semester (PAS) gasal tahun pelajaran 2018/2019, SD Muhammadiyah Kemiri menggelar Festival Kuliner di halaman sekolah pada Rabu (12/12). Agenda yang diikuti oleh seluruh siswa siswi beserta wali siswa ini dimaksudkan memberikan pengalaman secara langsung kepada siswa terkait dengan proses dan adab jual beli yang baik serta dalam mengkonsumsinya.

Disampaikan Widi Hastomo selaku kepala sekolah bahwasanya agenda ini merupakan program sekolah non akademik yang dilaksanakan untuk yang ke 2 kalinya semenjak didirikannya lembaga pendidikan ini kurang lebih 4 tahun yang lalu dimana dengan berlaku sebagai penjual siswa kelas 3 serta siswa kelas yang lainnya sebagai pembeli.

“Agenda ini kami buat non akademik diluar program akademik yang ada. Dengan tujuan anak-anak dikenalkan secara langsung menjadi penjual dan pembeli, cara dan adab berjual beli serta adab dalam makan minum,”ujar Widi Hastomo.

Pada festival kuliner kali ini dijajakan berbagai macam makanan dan minuman seperti nasi goreng, nasi kuning, roti donat, roti rainbow, jelly coklat, empek-empek, jus buah, sempol ayam, puding, martabak mini, martabak telor, tahu telor, sate buah, sate usus, sosis bakar, susu kedelai, jasuke, puding angga, tahu bakso dan lain-lain.

“Harapan kami kegiatan ini menjadi pembelajaran yang menyenangkan serta anak gembira dengannya,”ungkapnya.

Festival makanan minuman ini mendapat apresiasi penuh dari wali siswa yang turut serta hadir dan mempersiapkan agenda ini. “Wali siswa sendiri sangat bersemangat juga sangat mendukung. Karena secara tidak langsung mengajarkan praktek ekonomi. Guna mereka siap semenjak dini untuk terjun ke masyarakat nantinya, bisa memanajemen keuangan dalam belanja serta mendapatkan pengalaman menerima untung rugi dalam berjualan,” pungkas Iin wali kelas 3. (A Musdani)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles