23.5 C
Yogyakarta
Sabtu, Agustus 15, 2020

Pangkas Kesenjangan dengan Pemberdayaan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Peduli Kampung Halaman, Mahasiswa UMY asal Kebumen Digitalisasi UMKM

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Sebagai bentuk kepedulian terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kebumen, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan...

Dakwah Kultural dengan Produksi Film Berbasis Masyarakat

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Ide menarik dilakukan oleh Budi Dwi Arifianto dan Zein Muffarih Muktaf, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah...

Dosen UMY Lakukan Pendampingan Manajemen Infaq Masjid

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Pengabdian Masyarakat merupakan implemetasi catur dharma perguruan tinggi. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah...

Uji Sertifikasi Kompetensi untuk Penyunting Naskah atau Editor

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Uji Sertifikasi Kompetensi Skema Penulisan buku non fiksi, Penyunting Naskah/Editor, Penyunting Substantif kerjasama Program Studi Magister Pendidikan IPS,...

Pengabdian Masyarakat, Dosen FEB UMY Suburkan KWT Amanah ‘Aisyiyah Bausasran

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Isthofaina Astuty bersama dengan Meika Kurnia Pudji RDA, dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah M Nurul Yamin mengungkapkan bahwa setiap kali momentum politik persoalan kesenjangan masih menjadi probem bangsa Indonesia.

“Politik yang memiliki makna ideal untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat nampaknya masih menjadikan rakyat miskin sebagai retorika politik,” kata Yamin dalam Outlook MPM for Indonesia 2019 di Grha Suara Muhammadiyah, Selasa (8/1).

Menurutnya, jika diamati dari para kandidat, dari Pemilu ke Pemilu berikutnya isu tentang kemiskinan, isu tentang kelompok marjinal selalu menjadi isu yang dikemukakan. “Bahkan ditambah dengan angka-angka statistik,” imbuhnya.

Oleh karena itu menurut Yamin, MPM menyadari penuh tentang kesenjangan tersebut dan mengidentifikasi dimana titik-titik masyarakat yang termarjinalkan.

Hal tersebut ada dalam masyarakat petani, nelayan, buruh, disabilitas, kelompok marjinal perkotaan, pemulung, tukang becak, dan juga kelompok masyarakat di daerah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal).

“Sejak tahun 2005 ketika MPM ini dibentuk oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai akselerasi dari Lembaga Buruh Tani dan Nelayan kita fokus pada isu-isu itu,” ungkap Yamin.

Dalam agenda tersebut menghadirkan Ahmad Ma’ruf (Wakil Ketua MPM PP Muhammadiyah), Amir Panzuri, Arni Surwanti (Koordinator Divisi Difabel) dan Suadi (Divisi Pertanian Terpadu). (Riz)

Baca juga

Inspirasi Ahad Pagi MPM, Belajar Semangat dari para Difable

Majelis Tarjih dan MPM Adakan Workshop Fikih Difabel

MPM Dampingi Petani Berantas Hama Tikus

Teologi Integrated Farming System

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles