31 C
Yogyakarta
Selasa, Juli 7, 2020

Saatnya Umat Islam Bangkit dalam Bidang Sains

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Ta’awun Sosial PRA Wirobrajan Berbagi Sesama

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Wirobrajan mengajak masyarakat untuk Sedekah Jariyah Peduli Covid-19 dengan cara yang unik. Bertajuk “Ihlas Berbagi...

Webinar IMM STIT Muhammadiyah Bojonegoro Bahas Arah Pendidikan di Masa Pandemi

BOJONEGORO, Suara Muhammadiyah - Menyikapi Arah Pendidikan dan Isu Reshuffle Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ahmad Dahlan STIT Muhammadiyah Bojonegoro gelar Webinar Nasional....

Haedar Nashir: Umat Islam Harus Paham Sejarah dan Menjaga Moderasi Pancasila

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila menuai polemik. Pimpinan Pusat Muhammadiyah berpendapat bahwa RUU HIP tidak terlalu...

Guru SD MI Muhammadiyah Kenteng Trainer Software Berbasis Komputasi Awan

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Microsoft 365 adalah produk layanan berlangganan yang ditawarkan oleh Microsoft sebagai bagian dari lini produk Microsoft Office....

Raker SD Muhammadiyah 2 Kota Langsa, Seralaraskan Visi Misi

KOTA LANGSA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah 2 Kota Langsa terus bersiap memasuki tahun ajaran baru 2020 – 2021.  Diawali Rapat Kerja...
- Advertisement -

TASIKMALAYA, Suara Muhammadiyah – Pendiri Pesantren Sains (Trensains) Sragen Agus Purwanto menyampaikan Kuliah Umum di Pesantren Muhammadiyah Amanah Kota Tasikmalaya, Sabtu (5/1). Ahli Fisika lulusan ITB dan Universitas Hirosima Jepang membahas tafsir ayat-ayat semesta seperti yang ada dalam buku karangannya Ayat-Ayat Semesta dan Nalar Ayat-Ayat Semesta.

Guspur mengawali  Kuliah Umum dengan penyajian fakta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di negara Amerika dan Jepang serta melihat kondisi IPTEK di negara-negara mayoritas Islam yang sangat jauh tertinggal.

“Ketertinggalan ini bukan tanpa sebab. Negara negara mayoritas Islam lebih cenderung banyak membicarakan fiqih dan tasawuf  dibandingkan dengan mengkaji sains berbasiskan Al Qur’an. Maka jangan heran jika perkembangan sains dan teknologi sangat lambat. Masyarakat lebih cenderung sebagai konsumen atau user daripada produsen,” ungkap Gus Pur.

Menurutnya kini saatnya umat Islam bangkit dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memulai dari kajian ayat-ayat sains dalam al-Quran. “Al Quran kaya akan ayat ayat yang berkaitan dengan alam dan perilakunya. Ada 800 ayat tentang alam dan perilakunya serta 160 ayat hukum fiqh. Tapi mengapa ulama kita lebih sering membahas 160 ayat fiqh daripada yang 800 ayat tentang alam? Inilah salah satu penyebab kemunduran sains di negara kita,” urainya.

Kemudian Anggota Majelis Tarjih PP Muhammadiyah tersebut menuturkan bahwa dalam Al Quran dijumpai ayat ayat yang mendorong manusia untuk berpikir dan mengadakan riset atau penelitian. Lafadz Ya’qilun, ta’qilun, tatafakkarun, yatafakkarun, merupakan empat contoh lapadz yang memotivasi manusia untuk mendayagunakan pikiran dan mengadakan penelitian. Contoh di Al Quran disinggung tentang semut, lebah, serangga, nyamuk, besi, bintang, bulan, bumi, matahari, hingga makanan.

Ayat ayat tersebut, kata Gus Pur, idealnya menggerakan manusia untuk meneliti secara mendalam mengapa justru semut yang diangkat dalam Quran, lalu lebah dengan madunya yang berhasiat tinggi, besi yang darinya terbentuk berbagai produk, nyamuk yg efeknya luar biasa jika menggigit manusia, bumi matahari bulan bintang darinya terbentuk ilmu astronomi dan geografi.

Kuliah umum tersebut dihadiri oleh para jajaran Pimpinan Daerah Muhammadh Tasikmalaya, PCM, PRM, Pimpinan dan pengasuh Ponpes Amanah, santri Amanah, serta sejumlah pimpinan Ortom. (Alung Rawawi)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles