23.5 C
Yogyakarta
Sabtu, Agustus 15, 2020

Soft Skill sebagai Penunjang Profesionalisme

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Peduli Kampung Halaman, Mahasiswa UMY asal Kebumen Digitalisasi UMKM

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Sebagai bentuk kepedulian terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kebumen, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan...

Dakwah Kultural dengan Produksi Film Berbasis Masyarakat

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Ide menarik dilakukan oleh Budi Dwi Arifianto dan Zein Muffarih Muktaf, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah...

Dosen UMY Lakukan Pendampingan Manajemen Infaq Masjid

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Pengabdian Masyarakat merupakan implemetasi catur dharma perguruan tinggi. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah...

Uji Sertifikasi Kompetensi untuk Penyunting Naskah atau Editor

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Uji Sertifikasi Kompetensi Skema Penulisan buku non fiksi, Penyunting Naskah/Editor, Penyunting Substantif kerjasama Program Studi Magister Pendidikan IPS,...

Pengabdian Masyarakat, Dosen FEB UMY Suburkan KWT Amanah ‘Aisyiyah Bausasran

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Isthofaina Astuty bersama dengan Meika Kurnia Pudji RDA, dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas...
- Advertisement -

TASIKMALAYA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya menggelar Pelatihan Soft Skill untuk mahasiswa di Graha Umtas, Sabtu (5/1). Kegiatan tersebut tujuan untuk memberikan pengetahuan dasar kepada mahasiswa untuk dapat lebih mengembangkan diri selama menjadi mahasiswa Umtas sehingga tercipta mahasiswa dengan mental yang tangguh, kepercayaan diri yang kuat dan siap berprestasi. Karena selain dibekali ilmu yang menunjang skill profesionalismenya, ternyata mahasiswa perlu dibekali ilmu soft skill sebagai penunjang profesionalisme tersebut.

Koordinator kegiatan, Yana Mulyana menuturkan bahwa budaya mahasiswa dan siswa itu sangat berbeda. “Ketika masih SMA mereka belajar dengan sepenuhnya diajar oleh guru, maka ketika menjadi mahasiswa budaya tersebut harus diubah. Mahasiswa harus pro aktif dalam belajar di kelas maupun dalam mengembangkan potensinya di bidang lain. Itulah mengapa kami mengambil tema change your mindset, ” jelasnya.

Umtas telah menyusun kurikulum pola pembinaan kemahasiswaan di luar kelas atau non akademik. “Sudah di setting pembinaan kemahasiswaan dari semester awal sampai akhir. Termasuk pelatihan soft skill ini. Sehingga ketika mereka keluar dari Umtas maka mereka akan siap bersaing di dunia kerja,” tambahnya.

Kegiatan ini diwajibkan untuk seluruh mahasiswa baru 2018/2019. “Sertifikat kegiatan ini sangat penting sebagai syarat untuk mengikuti LKTD (Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar) dan juga syarat pengajuan beasiswa,” ujar Yana.

Materi yang disampaikan dalam acara tersebut yaitu Menemukan Big Dream oleh Miftahul Falah,  Menjadi Mahasiswa Berprestasi oleh Aceng Sambas, Komunikasi Lisan oleh Neni Nuraeni, Komunikasi Tulis oleh Mujiarto, dan Etika Pergaulan Islam oleh Ubad Badrudin.

“Kami sengaja menghadirkan pemateri internal yang muda, energik dan berprestasi, sehingga mahasiswa dapat langsung cross check sendiri, dapat membuktikan sendiri, bagaimana kebiasaan mereka sehari-hari di sini hingga mereka menjadi orang-orang yang sukses. Ke depannya, insya Allah kami akan arrange untuk menghadirkan pemateri dari luar dan kegiatannya juga akan disetting lebih menarik lagi,” kata ketua pelaksana Ida Rosidawati.

Materi-materi yang diberikan, menurut Ida, adalah mengarahkan mahasiswa untuk memiliki mimpi yang besar karena mimpilah yang mendorong untuk terus bergerak menuju sukses. Komunikasi lisan terkait adab kepada dosen, tenaga pendidikan, dan sesama mahasiswa. Komunikasi tulisan terkait dengan bagaimana chat dengan dosen dan juga termasuk etika bermedsos. Kemudian ada materi tentang Program Kreativitas Mahasiswa. Bahwa mahasiswa hendaknya aktif mengikuti PKM. Juga ada materi tentang etika pergaulan islam sebagai kunci bagi mahasiswa yang secara emosi masih labil dalam menemukan jati diri dan menyelaraskan akhlak sehari-hari dengan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

“(Kegiatan-red) ini yang pertama kali. Dan insya Allah akan dilestarikan pada tahun-tahun berikutnya dengan acara yang lebih baik lagi kemasannya. Outputnya, diharapkan tercipta mahasiswa yang aktif dan produktif. Tidak kupu-kupu (kuliah-pulang). Aktif di organisasi dan meramaikan Umtas dengan mengikuti berbagai ajang kompetisi serta berprestasi sesuai dengan potensi mereka masing-masing. Dengan begitu, maka nama Umtas akan harum, di dalam maupun di luar,” pungkasnya. (nu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles