Hidroponik Solusi Bisnis dan Pangan Sehat

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Kisah Mahasiswa UMM dalam Tugas Kemanusiaan Relawan Covid-19

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Semenjak mewabahnya COVID-19 di Indonesia, tidak sedikit rumah sakit yang kewalahan baik secara manajemen maupun sarana prasarana dalam...

Kolaborasi MCCC – Aisyiyah Deli Serdang Edukasi Lansia Pencegahan Covid-19

LUBUK PAKAM, Suara Muhammadiyah - Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Deli Serdang bersama MCCC Kabupaten Deli Serdang melaksanakan edukasi pencegahan Covid-19 kepada...

Wakil Rektor UM Jember: Perkuat SDM dan IT Hadapi New Normal

JEMBER, Suara Muhammadiyah - Indonesia tengah menuju kenormalan baru atau New Normal. Wakil Rektor 2 Universitas Muhammadiyah Jember (UM Jember), Drs Akhmad...

RSI Cempaka Putih Terima APD dari PDIP DKI Jakarta

Sebagai bentuk gotong royong dalam menanggulangi wabah Covid-19, DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta memberikan bantuan Alat Pelindung Diri...

Ditengah Pandemi, Lazismu Lamongan tetap Salurkan Beasiswa dan Bantuan Kesehatan

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Ditengah upaya berbagai pihak untuk bersama sama bersatu melawan virus Corona, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah...
- Advertisement -

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) mengadakan Workshop Hidroponik di Ruang Seminar Kampus Timur UMP, Ahad (20/1). Budi Suprayitno Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwasanya agenda kali ini guna memberikan pemahaman terkait pentingnya teknologi bagi pertanian salah satunya hidroponik.

“Kami berusaha mengedukasi kepada semua peserta akan pentingnya teknologi di bidang pertanian seperti hidroponik ini terlebih ke depan menghadapi era revolusi industri 4.0,”ungkap Bayu Suprayitno.

Ditambahkan Dyah Panuntun Utami Ketua Program Studi Agribisnis UMP menekankan juga bahwasanya pelatihan ini sebagai langkah strategis meningkatkan daya saing lulusan melalui inisiasi pembentukan Tempat uji Kompetensi (TUK) Agribisnis dalam kompetensi penanam hidroponik dan fasilitator pertanian organik. Adapun penyelenggaraan TUK masih dalam proses persiapan baik legalitas hingga tim asesor yang akan berkoordinasi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) pusat.

“Pelatihan hidroponik juga sebagai langkah penyusunan inisiasi pembentukan Tempat Uji Kompetensi (TUK) program studi dimana diharapkan dengan adanya TUK ini mahasiswa memiliki kompetensi penanam hidroponik dan fasilitator pertanian. Sehingga lulusan ke depan semakin berdaya saing,”ujar Dyah Panuntun Utami.

Workshop yang mengangkat tema Hidroponik Solusi Strategi Bisnis dan Pemenuhan Pangan Sehat di Era Revolusi Industri 4.0 ini dikemas dalam 2 sesi dengan sesi pertama pemaparan materi dan selanjutnya demonstrasi terkait teknis persiapan konstruksi media tanam hidroponik.

Dalam sesi pemaparan materi disampaikan oleh Bayu Widhi Nugroho CEO Hijau Mulia dan Ketua Komunitas Hidroponik Jogyakarta/Hi-Jo yang membedah sisi bisnis serta strategi pemasaran produk hidroponik. Dilanjutkan oleh Budi Haryono Praktisi Hidroponik Research and Development PT Indira Yogyakarta yang membedah pemahaman pertanian organik, teknis hidroponik, kendala, tips dan trik bercocok tanam dengan hidroponik.

Kedua pemateri dalam penyampaiannya berdasarkan pengalamannya selama ini bergelut dalam pertanian hidroponik. Adapun sesi kedua terkait demonstrasi teknis pembuatan perlengkapan hidroponik sendiri dipandu langsung oleh mahasiswa Agribisnis yang dibagi dalam 3 kelompok yakni persemaian, instalasi kerangka media dan nutrisi tanaman.

Pelatihan ini diikuti dari internal UMP, alumni, masyarakat Purworejo dan beberapa berasal dari luar kabupaten seperti Kabupaten Kebumen, Yogyakarta dan sekitarnya.

Dwi Nurdianawati salah satu peserta yang juga merupakan alumni berasal dari Kebumen mengaku senang dengan agenda ini dan bermaksud akan mengembangkannya bersama karang taruna Desa Bojongsari Kebumen bertepatan dengan program pertanian hidroponik yang akan dicanangkannya sebagai usaha pengembangan desa.

Lain halnya dengan Alwi Agus Setiawan peserta dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang berkuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini berniat mengembangkan sendiri guna kebutuhan konsumsi sayuran sehari-harinya. “Pelatihan ini memberi kita bagaimana bertani di perkotaan dengan lahan yang sempit susah lahan dan juga lebih efisien walau membutuhkan cukup biaya. Ke depan saya ingin mencoba. Sehingga saya dapat mengkonsumsi sayuran sendiri yang saya budidayakan sendiri,” pungkasnya. (Akhmad Musdani)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

More articles

- Advertisement -