24.8 C
Yogyakarta
Senin, September 21, 2020

Kader Mubaligh Jadi Fokus IMM Djazman

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Berdayakan Potensi Kader, NA Solo Garap Lumbung Ketahanan Pangan

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pandemi covid-19 yang tak kunjung berakhir dan cenderung makin signifikan pertambahan jumlah pasien yang positif. Konsekuensinya adalah banyak...

LLHPB ‘Aisyiyah DIY: Perhatikan Ketahanan Tubuh dan Gizi Anak Era Pendemi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Webinar Seri 3 Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY dengan tema Edukasi...

Kenaikan Tarif Cukai 30% Hasil Tembakau Untuk Mendukung Pencapaian Target RPJMN Indonesia

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada 21 September 2020, Center of Human and Economic Development ITB Ahmad Dahlan Jakarta menyelenggarakan konferensi pers untuk...

Pernyataan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tentang Penanganan Pandemi Covid-19

PERNYATAAN PERS PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH NOMOR 20/PER/I.0/H/2020 TENTANG PENANGANAN PANDEMI COVID-19

Pernyataan Pers PP Muhammadiyah: Minta Presiden Pimpin Penanganan Covid-19, Tunda RUU Ciptaker, hingga Tinjau Kembali Pilkada

Pernyataan Pers Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 20/Per/I.0/H/2020 Tentang Penanganan Pandemi Covid-19 Sudah lebih dari enam bulan, bangsa Indonesia...
- Advertisement -

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Djazman Al Kindi Kota Yogyakarta sukses menyelenggarakan Pelatihan Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah (PM3) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pelatihan ini diselenggarakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bantul Yogyakarta, Sabtu-Senin (19-21/1).

Pelatihan yang bertujuan untuk melahirkan mubaligh-mubaligh muda yang paham akan kebutuhan dakwah ini mengangkat tema, “Transformasi Gerakan Dakwah dalam Menjawab Tantangan Generasi Milenial”. Harapannya, peserta yang telah mengikuti PM3 ini tidak hanya dapat berdakwah secara konvensional namun juga dapat berinovasi dalam penyampaian dakwahnya, sehingga dapat diterima oleh generasi millenial.

Muhammad Isa Anshori selaku Ketua Umum PC IMM Djazman Al Kindi Kota Yogyakarta menyampaikan, “Dengan adanya PM3 ini diharapkan dapat membangunkan kembali majelis-majelis tabligh di daerah masing-masing peserta. Semoga alumni PM3 ini kedepannya dapat menjadi sosok  yang berada di garda paling depan dalam berdakwah.”

Agenda pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Giyok Sutanta selaku Pemerhati IMM Djazman Al Kindi Kota Yogyakarta. Giyok berpesan seorang mubaligh sebagai sosok yang mempelajari Al Qur’an hendaknya bersedia untuk mengajarkan dan menyampaikannya.

“Seorang mubaligh hendaknya mendapatkan hikmah dari ilmu yang ia pelajari. Satu ilmu jika diamalkan akan menumbuhkan ilmu baru. Ibarat jika kita meminum air, rasa air hanya akan diketahui oleh orang yang telah meminumnya. Maka, amalkan ilmu agar ilmu itu berkembang,” ungkapnya.

Turut hadir Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Yogyakarta Fathoni Siraj yang menyampaikan banyak masjid-masjid Muhammadiyah dalam lingkungan Kota Yogyakarta membutuhkan mubaligh-mubaligh muda untuk memakmurkannya. “Harapannya alumni PM3 dapat menyampaikan nilai-nilai Muhammadiyah di masyarakat melalui gerakan memakmurkan masjid,” tambah Fathoni.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti sebanyak 42 peserta. Terdiri dari 32 peserta yang berasal dari PC IMM Djazman Al Kindi Kota Yogyakarta, delapan peserta berasal dari PC IMM Purworejo dan dua peserta berasal dari Komisariat IAIN Pekalongan. (Rina)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles