21.8 C
Yogyakarta
Jumat, Agustus 7, 2020

Ketum PP Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kunjungi Bazzar Serta Pameran SM

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

5 Korban Laka Air Goa Cemara Hilang, MDMC Sleman dan Kru AmbulanMu Tempel Bantu Pencarian

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Nasib naas menimpa Tn. Joko (38) warga Cemoro, Tempel, Sleman beserta keluarga. Niat semula ingin rekreasi bersama istri,...

Cek Fakta Misinformasi dan Disinformasi tentang Badan Hukum Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Beredar sebuah kutipan pesan yang mengatasnamakan Haedar Nashir. Belakangan tulisan tersebut ramai diperbincangkan warga Muhammadiyah baik melalui pesan...

Di UMP, Kemendikbud Paparkan Strategi Sukses Percepatan Jabatan Fungsional Akademik Dosen

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti, Kemendikbud Dr Mohammad Sofwan Effendi, MEd memaparkan strategi sukses kenaikan Jabatan Fungsional, Lektor...

K2MI Muhammadiyah Latih Guru Madrasah Handal Membuat Media Pembelajaran

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Semakin berkembanganya tehnologi saat ini merambah pada setiap bidang, termasuk dalam bidang pendidikan. Sebagai pejuang di bidang...

Prestasi Unismuh Makassar Jangan Sampai Menurun

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Meskipun didera pandemi Covid-19, Unismuh Makassar terus berkiprah mengukir prestasi yang membanggakan. Diantaranya Prestasi yang diraih adalah 12...
- Advertisement -

BENGKULU, Suara Muhammadiyah – Sore di sela-sela istirahat sidang komisi Tanwir, Ketua Umum (Ketum) PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Ketum PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini meluangkan waktu untuk berkunjung ke Bazzar dan melihat pameran sejarah Suara Muhammadiyah (SM) di sekitar area Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu (16/2).

Dalam kegiatan santai tersebut, Haedar dan istrinya, Noordjannah, menyapa anak-anak muda dan pengunjung Bazzar. Kepada kaum milenial Haedar berpesan, agar anak muda memiliki kecintaan terhadap buku. “Anak muda harus cinta buku, anak milenial harus cinta ilmu,” pesannya.

Terutama, Ketum Muhammadiyah ini menggarisbawahi, membaca buku-buku sejarah. “Membaca sejarah akan memantapkan jati diri kita,” ucap Haedar.

Bersamaan dengan itu, di arena Bazzar sedang dibedah buku Napak Tilas Sejarah Muhammadiyah Bengkulu karya Salim Bella Pili dan Hardiansyah. Buku ini, kata Syaifullah, disiapkan sebagai buah tangan bagi peserta Tanwir.

IMG-20190216-WA0079

Secara terang dan dalam, kedua penulis ini menjelaskan beberapa hal penting dari karya mereka itu. Di antaranya tentang kiprah dan perjuangan Fatmawati dari Muhammadiyah untuk bangsa dan negara. Begitu pula sosok Soekarno sebagai Presiden pertama Indonesia yang pernah menjadi Ketua Mejelis Pendidikan dan Penbelajaran di Bengkulu. (gsh).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles