29 C
Yogyakarta
Kamis, September 24, 2020

Muhammadiyah Aktor Utama Pencerahan Bangsa

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Baitul Arqam UMTS Digelar Daring, Perpanjang Penerimaan Mahasiswa

PADANGSIDEMPUAN,  Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) menggelar kegiatan Baitul Arqam.  Kegiatan pengkaderan yang diikuti 637 mahasiswa itu berlangsung 22-24...

Unismuh Persiapkan Pendirian Program S3 Ilmu Pendidikan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Satu lagi langkah inovasi yang dilakukan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam upaya mencapai kampus terkemuka dan unggul. Penghujung...

Tiga Ilmu Menjadi Pribadi Terbaik Menurut Rektor UMP

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Masa orientasi studi dan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas Jawa Tengah dikemas...

Haedar Nashir: Bermuhammadiyah, Ikuti Koridor Organisasi

Muhammadiyah itu organisasi besar yang berdiri tegak di atas sistem, dengan amal usaha dan jaringan yang luas. Kekuatan Muhammadiyah berada dalam sistem,...

MIM Kenteng Gunakan Media Pembelajaran Berbasis Dakwah Budaya

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Menciptakan madrasah berbudaya sesuai dengan visi MI Muhammadiyah Kenteng. Dimuai dari para pendidiknya sebagai dasar penguatan madrasah...
- Advertisement -

BENGKULU, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka ikut serta memperteguh spirit membangun keberagamaan dan kehidupan berbangsa yang mencerahkan, Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan Internasional menyelenggarakan FGD dengan tema “Mengokohkan Komitmen Keberagamaan dan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas” di Sinar Sports Hotel Bengkulu, Jum’at (16/2).

FGD yang khususnya diikuti oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (IMM, Pemuda Muhammadiyah, NA dan IPM) mengundang empat nara sumber yang terdiri dari tokoh muda Muhammadiyah berpengaruh. Mereka adalah Cak Nanto, Syauqi, Khoirul Muttaqin dan Syarkowi. FGD putaran ke delapan ini sangat sejalan dengan tema yang diusung oleh Persyarikatan Muhammadiyah melalui Sidang Tanwirnya di Bengkulu yaitu “Beragama Yang Mencerahkan.”

Dalam sambutan dan pengantar FGD, Sudarnoto, Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan Internasional, menyatakan bahwa eskalasi politik menjelang Pilpres ini semakin meningkat dan justru tidak mendukung terciptanya iklim demokrasi sebagaimana yang diharapkan. “Agama telah diseret-seret dalam kontestasi politik Pilpres dan ini tidak sehat,” tandas Sudarnoto. Kontestasi oleh sebagian masyarakat telah dimaknai secara hitam putih. Hal ini memberikan peluang terjadinya Tafarruq atau pertentangan di kalangan masyarakat ketimbang Taaruf yaitu mengedepankan respek terhadap perbedaan pilihan.

Karena itu, tegas Sudarnoto, harus ada upaya serius untuk menyadarkan masyarakat bahwa Agama adalah sumber perdamaian, ketentraman, kerahmatan dan integrasi nasional.

Lebih lanjut, Sudarnoto meyakinkan pentingnya pemimpin dan kekuatan civil society yang mampu membangun Jalan Tengah atau Wasathy dan itu ada di ajaran Islam dan juga Pancasila. “Muhammadiyah memiliki kemampuan menjadi aktor utama gerakan pencerahan bagi kehidupan berbangsa,” kata Sudarnoto.

Menyepakati pandangan ini, Cak Nanto Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah mengatakan, memang tidak mudah memimpin masyarakat yang berbeda latar belakang suku, agama dan pilihan ideologi politik. Karena itu, tegas Cak Nanto, “harus ada pemimpin yang mampu berdiri di tengah dan menempatkan agama dalam bingkai kebangsaan.”

Peran Kaum Muda

Syarkowi, dosen muda UM Bengkulu, mengingatkan bahwa kecenderungan ekstrim dalam beragama dan politik juga sudah mulai muncul di kalangan anak-anak muda. Karena itu ” Muhammadiyah harus menyiapkan sejak dini membangun karakter di kalangan Angkatan Muda Muhammadiyah, supaya benar-benar cinta tanah air,” jelasnya.

Peran kaum muda sangat penting antara lain menjadi pewaris para pendiri bangsa untuk memajukan Indonesia dengan pikiran visioner 100 tahun ke depan. Hal ini ditegaskan oleh Syauqi Soeratno Bendahara Umum PP Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Syauqi mengatakan, agar kaum muda Muhammadiyah benar-benar menyiapkan diri secara matang. Sementara itu, melanjutkan pandangan Syauqi, Khoirul Muttaqin Angkatan Muda Muhammadiyah, menggaris bawahi, bahwa kaum muda Muhammadiyah harus siap dan bersedia mendedikasikan diri di berbagai sektor untuk menjaga dan menyelamatkan bangsa. (Tnwr)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles