24 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 4, 2020

Motivasi: Balon Meletus

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

IAIN Kudus Gandeng MTs Al-Mu’min dalam KKL Online

IAIN Kudus Gandeng MTs Al-Mu’min dalam KKL Online

Muhammadiyah Tegaskan Tak Ikut POP Kemendikbud

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah menegaskan tak mengikuti Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mendikbud memang sempat menyampaikan permintaan agar...

Qurban Masa Pandemi, Lazismu Grobogan Himpun Qurban Hingga 847 Juta

GROBOGAN, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Grobogan berhasil menghimpun puluhan hewan qurban pada Idul Adha...

Kawal Kebijakan Pemerintah AMM Wonosobo Bertandang ke DPRD

WONOSOBO, Suara Muhammadiyah - Sejumlah perwakilan dari Angkatan Muda muhmaadiyah (AMM) Wonosobo adakan audiensi bersama Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wonosobo....

Dikemas Ramah Lingkungan, BPKH Salurkan 50 Ekor Sapi Lewat Kurban Ketahanan Pangan Lazismu

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – LAZISMU. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama mitra program kemaslahatan di hari raya Idul Adha menyalurkan 50 hewan...
- Advertisement -

Oleh: Dr M G Bagus Kastolani, Psi,

Pada saat saya memberikan pelatihan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, saya meminta semua peserta meniup balon yang saya bagikan. Kemudian balon ini dikumpulkan ke depan kelas. Saya bertanya kepada peserta, apa yang terjadi jika ujung pulpen yang runcing ini menusuk balon yang telah ditiup. Semua peserta kompak menjawab pasti meletus. Dan saya buktikan jawaban peserta tadi. Saya tusukkan ujung pulpen saya ke salah satu balon dan DORRRR… balon itu meletus. Jawaban benar.

Kemudian saya kembali bertanya kepada peserta, bagaimana caranya agar balon-balon ini tidak meletus? Pada pertanyaan ini muncul banyak jawaban dari peserta. Ada yang menyatakan agar jangan ditusuk dengan pulpen. Ada juga yang menjawab jauhkan pulpennya dari balon-balon itu. Bahkan ada peserta yang menjawab jangan ditiup balonnya. Tetap saja, saya meletuskan balon-balon itu dengan ujung runcing pulpen, sambil bertanya, bagaimana caranya agar balon-balon ini tidak meletus.

Dari 50 balon, saat ini telah saya letuskan 20 balon. DARR… DERR… DORR… Dan saya hanya mendengar komentar para peserta yang melarang saya meletuskan balon-balon mereka. Hingga balon ke 28 saya letuskan, dua orang peserta berdiri. Satu orang mengambil balon-balon yang tersisa. Dan satu orang lainnya, mengikat tangan saya agar tidak bisa bergerak menusuk pulpen ke balon. Tindakan kedua peserta ini yang saya harapkan dari tadi!

Hikmah dari permainan ini adalah bahwa kita membutuhkan tindakan nyata untuk menyelamatkan balon-balon tadi….dan bukan hanya komentar. Banyak orang yang berkomentar tetapi sedikit yang beraksi! Padahal yang menyelamatkan adalah tindakan karena tindakan dapat mewujudkan apa yang kita inginkan. Komentar tidak akan memberikan daya lecut untuk terwujudnya suatu cita-cita. Maka bertindaklah!

Huwallahu a’lam bi showab.

Rubrik Motivasi hidup Islami dalam kehidupan karier profesional. Diasuh oleh Dr M G Bagus Kastolani, Psi, seorang psikolog dan kader Muhammadiyah

Tulisan ini pernah dimuat di Majalah SM Edisi 6 tahun 2018

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles