24.4 C
Yogyakarta
Jumat, September 18, 2020

UMY Luncurkan KKN Tematik Pengawasan Pemilu

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terbaru

Ihyaul Ulum Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Baru UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Kita sekarang hidup pada era dimana perusahaan taksi terbesar di dunia, tidak memiliki satupun armada taksi (uber, grab,...

Beberapa Daerah di Kalteng Banjir, Muhammadiyah Gerak Cepat Bantu Warga

KATINGAN, Suara Muhammadiyah -  Beberapa Kabupaten di Kalimantan Tengah dilanda banjir, antara lain kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan dan Lamandau. Intensitas hujan...

Menggugah Semangat Ta’awun di Kala Pandemi

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ta’awun adalah bagian dari spirit Muhammadiyah. Spirit inilah yang menjadi penguat bagi Muhammadiyah untuk terus bergerak memberikan kontribusi...

Sambangi Siswa, Guru SD Muhammadiyah Girinyono Bantu Belajar di Rumah

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Pandemi Covid-19 membuat proses pembelajaran dilaksanakan melalui daring. Tidak sedikit kendala yang dialami ketika melaksanakan daring. Mulai...

‘Aisyiyah Probolinggo Bareng Dinas Pertanian Latih Penanaman Holtikultura

PROBOLINGGO, Suara Muhammadiyah - Tidak bisa diprediksi kapan pandemi covid ’19 akan berakhir. Berdampak kepada perekonomian keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
- Advertisement -

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Pemilu membutuhkan perhatian dan bantuan dari banyak pihak dalam mengawasi serta mengawal jalannya proses pemilihan calon legislatif, calon presiden dan wakil presiden supaya terwujud Pemilu yang bersih, lancar, dan berintegritas.

Komisioner Badan Pengawasan Pemilu Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY) Muh Amir Nashiruddin, SHI, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Pemilu sangat berpotensi mendapat gangguan dari banyak hal. Mulai dari penyelenggara Pemilu yang tidak netral, praktik politik uang dari peserta pemilu baik legislatif maupun capres-cawapres, dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi.

“Banyak sekali faktor yang bisa menjadikan Pemilu terganggu, sikap keberpihakan dari orang yang menyelenggarakan pemilu kepada salah satu peserta pemilu juga rawan terjadi yang menyebabkan kecurangan pada Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ditambah lagi dengan bagi – bagi uang dari tim kampanye salah satu calon menyebabkan bertambah buruknya Pemilu,” ujarnya saat berbicara pada acara Pembekalan dan Penerjunan KKN Tematik Pengawasan Pemilu 2019 yang dilaksanakan Lembaga Penelitian, Publikasi & Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (LP3M UMY) yang bekerjasama dengan Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) pada, Rabu (20/3) di Ruang Sidang Gedung AR Fachruddin B UMY.

Amir tidak menampik ada oknum – oknum dari penyelenggara Pemilu yang melakukan kecurangan seperti memakai surat suara cadangan untuk dimasukkan dalam kotak suara. Terdapat juga pemilih yang bertindak curang dengan memilih lebih dari satu kali. Untuk itu, Bawaslu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengawal dan mengawasi jalannya Pemilu yang akan dilaksanakan pada April 2019.

“Partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu dapat berwujud pencegahan, pengawasan, pemberian informasi, pelaporan, dan saksi,” katanya.

Pada Pemilu 2019 ini juga terdapat isu yang menjadi perhatian berbagai lapisan masyarakat dan lembaga penyelenggara serta pengawas Pemilu. Yaitu, politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), validitas data pemilih, kampanye hitam, politik uang, tahapan Pemilu, dan netralitas ASN, TNI, dan Polri.

Guna mendukung terlaksananya Pemilu yang aman, damai, dan bersih. UMY berkomitmen untuk turut aktif dalam pengawasan Pemilu dengan mengirimkan sebanyak 186 mahasiswa yang akan disebar pada 22 desa, di 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Gunung Kidul, dan Kota Yogyakarta. Mulai dari tanggal 25 Maret sampai 24 April 2019 untuk terjun di masyarakat guna mendukung kelancaran Pemilu Legislatif dan Capres-Cawapres 2019.

KKN ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh UMY dengan Bawaslu RI pada 20 Januari 2019 di Balai Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, DIY dalam acara Deklarasi Desa Anti Politik Uang (APU).  APU merupakan upaya kongkrit dalam menciptakan Pemilu yang bermutu dan berintegritas.

Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Ir Sukamta, ST, MT, berharap para mahasiswa yang mengikuti program KKN relawan Pemilu untuk bisa mengambil segala hal positif, karena mereka telah terlibat langsung dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Selain itu, Sukamta juga berpesan kepada mahasiswa untuk memiliki pendirian yang teguh dan tidak terbawa arus politik yang buruk. Segala keputusan yang diambil harus dipikirkan dengan kepala jernih dan atas dasar Islam serta Muhammadiyah.

“Sebagai mahasiswa UMY kalian harus bisa menyebarkan nilai – nilai Islam dan Muhammadiyah. Pendirian kalian juga harus kokoh agar bisa menghadapi segala kondisi yang terjadi di lapangan,” pungkasnya.(ak)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles