29 C
Yogyakarta
Kamis, Agustus 13, 2020

Milenial Hari Ini Indonesia Masa Depan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Pengabdian, Dosen Manajemen UMY dan Warga Bausasran Adakan Penghijauan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sempitnya lahan tidak menyurutkan keinginan warga RW 11 Bausasran Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta untuk menghijaukan wilayahnya.

Asah Kreativitas, PMM UMM Ajari Anak-Anak Seni Kolase

BLITAR, Suara Muhammadiyah - Kelompok Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang melakukan pengabidan masyarakat dengan mengajari anak-anak membuat kolase. Kegiatan...

Dosen FEB UMY Latih Jamaah Pengajian Membuat Kain Shibori

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk kewajiban dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi. Disamping itu pengabdian masyarakat di era...

Semua Siswa Dapat, SMK Mutu Tegal Bagikan Perdana Plus Kuota untuk PJJ

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Bentuk pelayanan selama diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam masa covid 19. SMK MUTU Tegal berikan kartu perdana...

Islam, Alam, dan Tugas Manusia

Alam akan membawa manfaat dan berkah bagi manusia, manakala telah melaksanakan tugasnya terhadap alam, yakni mengembalikan alam ke jalan yang benar. Yakni...
- Advertisement -

TANGERANG SELATAN, Suara Muhammadiyah – Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (BEM ITB-AD) mengajak mahasiswa pada umumnya untuk merespon perkembangan zaman yang makin canggih untuk Indonesia yang lebih baik di masa yang akan datang, khususnya terkait dengan kemunculan Revolusi Industri 4.0.

Sehubungan dengan itu, BEM ITB-AD menggelar acara Kuliah Kebangsaan bertajuk “Indonesia Masa Depan: Optimis!” di Auditorium ITB Ahmad Dahlan Kampus Ciputat, Kamis (11/04).

Hadir sebagai pembicara diantaranya Dr Siti Ruhaini Dzuhayatin, MA selaku Staf Khusus Presiden RI dan Dr Imam Addaruqutni, MA selaku Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia. Acara dimulai dengan pidato pengantar Rektor ITB-AD, Dr Mukhaer Pakkanna, MM dan dipandu oleh moderator, Sutia Budi, MSi selaku Wakil Rektor ITB-AD.

Dr Mukhaer Pakkanna dalam pidato pengantarnya mengatakan, tahun 2019 ini adalah tahun politik. Tanggal 17 April 2019 akan menentukan arah masa depan bangsa. Tahun politik telah berdampak keterbelahan masyarakat. Tensi egoisme antar masing-masing kelompok sangat tinggi.

“Saling lempar berita hoaks, sehingga yang muncul post-truth dan social distrust di antara kita. Dampaknya kejernihan hati dan pikiran telah terpapar atao terkontaminasi pragmatisme politik dan political myopic. Padahal politik itu adalah seni dan ilmu. Politik itu adalah political game,” ungkapnya.

Menurut Mukhaer, seolah-olah tahun politik itu pula memperlihatkan kesuraman wajah masa depan bangsa Indonesia. Padahal agama mengingatkan kita semua bahwa esok harus lebih baik dari hari ini. Dan hari ini, harus lebih baik dari hari kemarin.

“Kalau sama, berarti kita termasuk orang merugi. Karena itu, masyarakat Indonesia harus optimis menyambut baik masa depan,” terangnya.

Lebih lanjut, Mukhaer juga mengapresiasi langkah progresif yang dilakukan BEM ITB-AD sebagai bagian dari generasi milineal menawarkan kepada kita, agar kita menyambut masa depan yang lebih indah, lebih unggul, dan berkemajuan.

Rektor Mukhaer Pakkana (Dok ITB-AD/SM)
Rektor Mukhaer Pakkana (Dok ITB-AD/SM)

“Di tangan merekalah, masa depan bangsa kita. Jangan mereka dicekokin apatisme dan pesisme. Modal bangsa kita kedepan yakni, besarnya populasi generasi milineal (bonus demografi), besarnya potensi keragaman suku, agama, etnis, ras, antar golongan. Itulah yang menjadi modal sosial bangsa utuk bangkit. Semua itu perlu kita jaga dengan semangat persatuan dan kekeluargaan. Semangat Pancasila,” tandasnya.

Sementara, Siti Ruhaini Dzuhayatin, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa pemuda harus cepat merespon perkembangan zaman, dan tepat dalam bertindak.

“Hadirnya Revolusi Industri 4.0 membuat perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam hitungan detik. Maka pemuda harus cepat merespon. Bukan hanya cepat tapi juga tepat dalam bertindak,” ujarnya.

Kemudian, Dr Imam Addaruqutni, MA mengatakan bahwa pemuda ke depan harus mengupdate cita-cita. “Milenial tidak boleh menanyakan apa yang negara berikan, justru kita harus memberikan sesuatu kepada Negara ini,” tandasnya. (Riz)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles