22.7 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 11, 2020

KH Mas Mansur, Isteri Muda Meninggal

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Lazismu Medan Jaring Milenial Berdayakan UMKM

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Pembinaan UMKM menjadi demikian ditengah hawa resesi yang semakin panas. UMKM memiliki dayatahan dalam menghadapi guncangan ekonomi. Hal itu...

Uji Kompetensi 14 Skema LSP UMP Bersama BNSP

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Muhammadiyah Purwokerto tengah melakukan penambahan ruang lingkup LSP. Hal in ditandai...

Peduli UMKM di Saat Pandemi, KKN 117 UMY Kembangkan Potensi Batik Trisno Idaman

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Tim 117 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengabdian masyarakat di Batik Trisno Idaman.  Sebuah...

UMSU Dampingi Peningkatan Kualitas Ponpes Kwala Madu

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berkomitmen mendamping pengelolaan dan pengembangan pendidikan pesantren modern Kwala Madu, Langkat.

Mencegah Cyber Bullying Dimulai dari Keluarga

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perkembangan internet yang semakin cepat dan meluas memunculkan berbagai dampak, tidak hanya positif tetapi juga negatif. Salah satu...
- Advertisement -

SUARA MUHAMMADIYAH–Ketika kongres Muhammadiyah ke-28 di Medan baru saja berlangsung, datang telegram yang ditujukan kepada KH Mas Mansur, yang isinya mengabarkan bahwa isteri mudanya yang tinggal di Surabaya meninggal dunia. Kita dapat membayangkan bagaimana terkejut, susah dan masgulnya KH Mas Mansur ketika membaca berita itu. Mungkin kalau terjadi ada orang lain, tentu buru-buru memberitahukan musibah itu kepada teman-temannya dan sekaligus pamit pulang.

Tetapi tidak demikian dengan KH Mas Mansur. Dia tetap tenang, menarik nafas terdiam. Dan sebentar kelihatan wajahnya suram. Kawan-kawannya sesama anggota Pengurus Besar tidak diberitahu tentang musibah itu. Dan KH Mas Mansur tetap menghadiri semua sidang dan rapat dalam kongres. Pidatonya tetap tertib dan bermutu, dan buah pikirannya tetap cemerlang. Matanya bersinar dan bercahaya dan senyum tetap tersungging di bibirnya.

Setelah kongres selesai barulah berita itu disampaikan kepada kawan-kawannya, dan barulah matanya tergenang oleh air mata. “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un”, itulah ucapan kawan-kawannya dengan terkejut penuh duka, disertai rasa takjub atas ketabahan dan tawakkal KH Mas Mansur. (im)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles