23.2 C
Yogyakarta
Senin, Agustus 10, 2020

Mimpi UMTAS Tak Lagi Sekadar Mimpi

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Lazismu Medan Jaring Milenial Berdayakan UMKM

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Pembinaan UMKM menjadi demikian ditengah hawa resesi yang semakin panas. UMKM memiliki dayatahan dalam menghadapi guncangan ekonomi. Hal itu...

Uji Kompetensi 14 Skema LSP UMP Bersama BNSP

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Muhammadiyah Purwokerto tengah melakukan penambahan ruang lingkup LSP. Hal in ditandai...

Peduli UMKM di Saat Pandemi, KKN 117 UMY Kembangkan Potensi Batik Trisno Idaman

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Tim 117 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengabdian masyarakat di Batik Trisno Idaman.  Sebuah...

UMSU Dampingi Peningkatan Kualitas Ponpes Kwala Madu

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berkomitmen mendamping pengelolaan dan pengembangan pendidikan pesantren modern Kwala Madu, Langkat.

Mencegah Cyber Bullying Dimulai dari Keluarga

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perkembangan internet yang semakin cepat dan meluas memunculkan berbagai dampak, tidak hanya positif tetapi juga negatif. Salah satu...
- Advertisement -

 TASIKMALAYA, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Drs. M. Goodwill Zubir menghadiri Lokakarya Pengelolaan Tanah dan Wakaf Muhammadiyah di Umtas (20/7). Kegiatan ini diikuti oleh muhammadiyah Jawa Barat dari tingkat cabang hingga wilayah yang mengurus perihal wakaf dan kehartabendaan.

Dalam sambutannya, Drs. M Goodwill Zubir menyampaikan tahniah, gembira berada di kampus milik persyarikatan. “Mimpi Umtas untuk menjadi kampus yang besar bukan lagi sekadar mimpi. Karena di Muhammadiyah semuanya bisa terwujud. Hal ini menyebabkan Muhammadiyah dikagumi oleh kawan, disegani oleh lawan,” ungkapnya.

Bagaimana semua mimpi dapat terwujud di Muhammadiyah? Menurutnya ada tiga hal. “Pertama, semua lini harus kompak. Mulai dari rektor, BPH, PDM, PWM, sampai tukang sapu harus satu suara. Sudah banyak contoh cita-cita yang kandas di tengah jalan. Masih ‘dhuafa’ sudah kelahi. Coba resapi kalimat ini ‘AUM maju bersama persyarikatan, persyarikatan maju bersama AUM’. Renungkan betapa dalam maknanya,” lanjutnya.

Kedua, harus gigih, tabah, dan ulet. Perjuangkan mimpi itu dengan banyak silaturahmi dan komunikasi. “Untuk memajukan AUM, PP tidak memberi cek kosong. Kita sudah beri modal 70% berupa nama besar Muhammadiyah. Tinggal 30% lagi berupa pembangunan infrastruktur dan lainnya,” tambahnya.

Ia menceritakan sejarah pendirian UMM oleh Prof. Dr. Malik Fajar yang dianggap gila oleh semua orang dengan mimpi besarnya akan UMM. Namun, kini semua mimpi besar itu telah dinikmati banyak orang dengan UMM yang go international.

Ketiga, luruskan niat. “Lakukan semua ini untuk dakwah. Dakwah adalah ibadah. Ibadah harus bermuara ikhlas karena Allah semata,” pungkasnya. (nu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles