24 C
Yogyakarta
Sabtu, Agustus 15, 2020

Buya Syafii Maarif Sampaikan Dukacita atas Meninggalnya KH Maimoen Zubair

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Peduli Kampung Halaman, Mahasiswa UMY asal Kebumen Digitalisasi UMKM

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Sebagai bentuk kepedulian terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kebumen, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan...

Dakwah Kultural dengan Produksi Film Berbasis Masyarakat

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Ide menarik dilakukan oleh Budi Dwi Arifianto dan Zein Muffarih Muktaf, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah...

Dosen UMY Lakukan Pendampingan Manajemen Infaq Masjid

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Pengabdian Masyarakat merupakan implemetasi catur dharma perguruan tinggi. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah...

Uji Sertifikasi Kompetensi untuk Penyunting Naskah atau Editor

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Uji Sertifikasi Kompetensi Skema Penulisan buku non fiksi, Penyunting Naskah/Editor, Penyunting Substantif kerjasama Program Studi Magister Pendidikan IPS,...

Pengabdian Masyarakat, Dosen FEB UMY Suburkan KWT Amanah ‘Aisyiyah Bausasran

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Isthofaina Astuty bersama dengan Meika Kurnia Pudji RDA, dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara MuhammadiyahInnalillahi wa inna ilaihi raiji’un. Kabar duka datang dari Mekkah. Ulama kharismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Maimoen Zubair diberitakan wafat, pada Selasa, 6 Agustus 2019, di sela menunaikan ibadah haji. Tokoh yang akrab disapa Mbah Moen ini meninggal pada usia 90 tahun.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1998-2005, Ahmad Syafii Maarif menyampaikan dukacita yang mendalam. Buya Syafii mengenang Mbah Moen sebagai tokoh yang berkiprah dalam perjuangan politik keumatan dan kebangsaan. “Beliau kiai yang terjun ke politik,” tutur Buya Syafii Maarif di Grha Suara Muhammadiyah, 6 Agustus 2019. Kehadiran tokoh ulama dalam politik harusnya mampu mewarnai dunia politik dengan etika dan ukhuwah.

Meskipun jarang bersentuhan langsung dengan Mbah Moen, Buya Syafii menyatakan rasa kehilangan. “Kita kehilangan kiai yang menjadi rujukan,” ujarnya. Nilai-nilai positif yang diwariskan oleh Mbah Moen diharapkan mampu diteladani oleh warga bangsa. Buya Syafii berharap segenap tokoh agama senantiasa menampilkan wajah Islam yang gembira dan menjadi rahmatan lil alamin.

Sesuai dengan permintaannya melalui pihak keluarga, Mbah Moen akan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Ma’la, Makkah, setelah salat Zuhur. Diawali dengan shalat jenazah di Masjidil Haram, Makkah, Saudi Arabia. Allahummaghfirlahu warhamhu. (ribas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles